Pelatihan Seni Kerajinan Daun Pandan

Pelatihan Seni Kerajinan Daun Pandan Di Bondowoso

BONDOWOSO - Dinas Koperasi dan UMKM propinsi Jawa Timur menggelar kegiatan pelatihan tingkat awal seni kerajinan daun pandan di Gedung Dekopinda, Jalan Santawi no 101 kabupaten Bondowoso. Acara di gelar pada 16-17 April 2015 ini. Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 orang yang berasal dari 4 kecamatan yakni Kecamatan Grujugan,Tenggarang, Tegal Ampel dan Curah Dami.

Pelatihan tingkat awal seni kerajinan daun pandan ini mengambil tema Pelaksanaan Pembinaan Kemampuan dan Keterampilan Kerja Bagi Masyarakat di Lingkungan Industri Hasil Tembakau dan atau Daerah Penghasil Bahan Baku IHT di Kabupaten Bondowoso. Selain praktek membuat seni kerajinan daun pandan mereka juga diberikan materi tentang Kewirausahaan oleh Azaz Suwardi, Kabid UMKM Diskoperindag kabupaten Bondowoso. Sedangkan materi membuat kerajinan daun pandan diberikan oleh Faiqotul Himmah dari CV Daun Agel - Bangkalan Madura. Di hari pertama usai menerima materi Kewirausahaan peserta langsung diajari membuat tempat buah dengan bahan dari tali daun pandan yang dimodifikasi dengan rotan dan rangka besi. Sedangkan pada hari kedua mereka membuat tas dari bahan baku tikar daun pandan.

Retno Wulandari, Sekretaris Diskoperindag kabupaten Bondowoso dalam sambutannya mengatakan jika nanti dari 40 orang peserta yang mengikuti pelatihan ini nantinya akan di pilih 25 orang yang karyanya bagus dan akan diikutkan lagi pada pelatihan tingkat lanjutan. Latar belakang dari peserta pelatihan ini beragam. Selain ada yang benar-benar belum mempunyai usaha sama sekali sampai ada pula yang sudah memiliki usaha mikro yang ingin menambah keterampilannya guna menggembangkan usahanya lagi.

”Acara ini memang merupakan program dari pemerintah propinsi Jawa Timur khususnya Dinas Koperasi dan UMKM propinsi Jawa Timur yang berkerjasama dengan Diskoperindag kabupaten Bondowoso dalam rangka untuk meningkatkan motivasi para pelaku-pelaku usaha agar mau berwirausaha melalui pelatihan daun pandan. Dipilihnya pelatihan ini karena selama ini kita tahu bersama kalau pelatihan keterampilan banyak yang menggunakan bahan dari plastik. Itu kan tidak ramah lingkungan. Karena Bondowoso terkenal dengan kondisi ingkungan yang alami jadi kita sesuaikan bentuk pelatihannya. Biar nantinya bisa mengembangkan usaha dari potensi yang berasal dari sini tapi juga ramah lingkungan,”jelas Retno Wulandari. Dari kegiatan ini Retno mengungkapkan harapannya, jika ia ingin melalui program semacam ini nantinya bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Bondowoso.

”Pastinya kami mengucapkan terima kasih kepada provinsi Jawa Timur yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan semacam ini nantinya bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Bondowso ke depannya nanti,”imbuh Retno kemudian.