Tiga Sprinter Bondowoso Boyong Medali di Jatim Open 2015
![]() |
| Fitriya Tri Agustiningsih menjadi salah satu sprinter yang meraih medali dalam Jatim Open 2015 |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Tiga sprinter andalan Bondowoso yang dipersiapkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim V di Banyuwangi Juni mendatang terus intensif melakukan latihan. Dalam ajang pemanasan di Jatim Open 18-21 Maret 2015 yang berlansung di lintasan atletik Unesa, Surabaya, tiga sprinter itu meraih hasil menggembirakan.
Dari empat nama yang diterjunkan, yakni Uzlifatul Jannah, M H. Rafi, Fitriya Tri Agustiningsih dan Suhandak, tiga sprinter meraih medali. "Hanya satu pelari saja yang tidak juara. Tapi ini sudah melampaui prestasi yang dicanangkan," ucap Sumarto, pelatih lari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bondowoso.
Dalam pertandingan Jatim Open sendiri itu sekaligus ajang kejurnas dan kejurda dalam satu rangkaian. M H Rafi menjadi tercepat di nomor 3.000 meter dengan catatan waktu 09.26 detik di Kejurnas remaja dan meraih perunggu 1.500 meter dengan waktu 04.18 detik.
Sementara FitriyaTri Agustiningsih menyabet tercepat dan berhak meraih emas di jatim Open 1.500 meter putri dengan catatan waktu 05.03 detik. Bahkan pelari asal Curahdami ini kembali lagi meraih emas di 1.000 meter putri pada Kejurnas dan juara dua di 5.000 meter Kejurda Jatim.
Tren positif juga diraih oleh Uzlifatul Jannah dengan meraih juara dua 3.000 meter seleksi remaja Jatim dan juara dua di 1.500 meter putri. Dengan hasil seperti ini, kata Sumarto, semakin yakin mampu mempersembahkan medali emas kembali bagi Bondowoso. "Dengan kondisi ini, Insyaalah dapat lagi emas di Porprov," ucapnya.
Dalam laga tersebut, terlihat gambaran kekuatan pelari dari beberapa daerah di Jatim yang akan diterjunkan di Porprov di Banyuwangi Juni mendatang. Apalagi yang membuat Sumarto gembira, adalah munculnya nama Uzlifatul Jannah sebagai juara.
Lantaran peraih dua medali emas Porprov 2013 lalu ini beberapa tahun kebelakang mengalami tren penurunan cukup signifikan. Bahkan, sulit menyabet juara di kompetisi lari. Sumarto pun mengaku, awalnya sempat ragu menurunkan siswa SMAN 3 ini. Karena sebelumnya dikabarkan cedera setelah sekolah dari Kediri.
Dia pun yakin, pelari andalan Bondowoso di Porprov 2013, karirnya sebagai olahragawan belum habis. Terpenting saat ini, kata dia, atletnya tersebut harus menjaga kebugaran dan tetap semangat latihan. Agar mampu menghasilkan hasil positif di Porprov nanti.
- Radar Ijen, 27/03/15 -
