Tiada Ampun Bagi Anggota Kodim yang Terlibat Narkoba

Tiada Ampun Bagi Anggota Kodim yang Terlibat Narkoba
test urine yang dilakukan Kodim 0822 Bondowoso

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Puluhahan anggota Kodim 0822 Bondowoso menjalani tes urine di markas Kodim, dua hari terakhir. Tes urine tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti kesepakatan akan memecat anggota, jika terbukti positif pemakaian obat-obatan terlarang.

Dandim Letkol Arh Sudrajat melalui Kasdim Mayor Inf Moch Tohir mengatakan, Kodim Bondowoso mensikapi keterlibatan narkoba terhadap anggota TNI. Karena itu, dilakukan tes urine dua hari terakhir.

Lanjut dia, Dandim sendiri sudah membuat surat pernyataan, jika manakalah terdapat anggotanya yang terlibat dan posistif pemakaian narkoba akan dikeluarkan dari kesatuan. "Ini adalah pelaksanaan nyata," ucapnya. Untuk hasil tes sendiri, kata dia, masih proses di laboratorium shingga belum diketahui.

Kedepan tes urine seperti ini, kata dia, akan dilakukan secara terus menerus. Entah itu satu bulan sekali atau dua minggu sekali. Selain itu, kodim juga akan berkerjasama dengan BNN terkait test urine ini.

Dia mengakui terdapat anggota Kodim 0822 yang disinyalir memakai obat-obatan teri arang ini. Anggota yang berpangkat kopral dengan inisial SB ini, sudah ditindaklanjuti dan diproses secara bertahap. "Sudah koordinasi dengan pimpinan dan serius mengatasi hal ini," ucapnya.

Untuk pertama, anggota berinisial SB disinyalir memakai narkoba adalah awal 2015 dan sudah diproses oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). "Sekarang menunggu sidang. Jika 100 persen terbukti, jalur hukum akan ada pemecatan sebagai anggota TNI," tegasnya.

Sebenarnya surat pernyataan pemecatan anggota Kodim, terdapat tiga aspek. Yakni narkoba, perjudian, dan wanita idaman laki-laki (WIL). Namun untuk perjudian dan WIL melihat tingkatan dan klafikasi, untuk pemecataannya.

Mengapa WIL menjadi bagian serius, karena menurut Moch Tohir, secara aturan memang tidak boleh anggota TNI memiliki istri lebih dari satu atau poligami. Hal itu akan menggangu harmonis rumah tangga. "Harmonis ada persetujuan istri pertama, lebih baik itu," imbuhnya.

Moch Tohir sendiri tidak ingin anggota Kodim Bondowoso, sama seperti pengalaman anggota TNI daerah lain. Karena poligami dan hubungan tidak harmonis dikeluarganya hingga terjadi kekerasan dalam keluarga, bahkan sampai pembunuhan. Oleh sebab itu, ini adalah antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan dari poligami. "Untuk narkoba tidak ada toleransi untuk pemecatan," pungkasnya.


- Radar Ijen, 28/03/15 -