Pegiat Literasi Bondowoso Kumpul Bareng
![]() |
| Bondowoso Writing Community. foto: fb.com/muhammadrasyidridhofull |
Mereka datang dari berbagai kalangan. Ada pensiunan PNS, guru, mahasiswa AT-Taqwa, ibu rumah tangga sampai siswa SD. Perkumpulan ini menjadi sarana perkenalan antara pegiat literasi Bondowoso.
“Adanya silaturrahim antar pegiat literasi ini, kita bisa bersama-sama memajukan Bondowoso melalui literasi dan bisa mengajak anak-anak muda Bondowoso turut berkarya,” terang Risky, koordinator kopdar yang juga CEO penerbitan indie Raditeens Publisher.
Tak hanya untuk saling kenal, kopdar juga untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Bambang, pensiunan Pemda berharap, perkumpulan bisa membangunkan semangatnya untuk menulis. Dulu, kisahnya, beberapa karyanya pernah dimuat di media nasional. Salah satu pegiat literasi yang hadir ternyata sudah lebih dulu menebar virus literasi di SD-SD di pelosok Bondowoso. Rica yang juga guru di SMPN 2 Tamanan, blusukan ke SD-SD di pelosok Bondowoso untuk mengajak siswa-siswi di sana mencintai dan terbiasa membaca buku.
Rica mengaku miris karena banyak siswa yang tidak pernah mengenal majalah apalagi koran. Ia selalu membawa buku ataupun koran agar mereka tahu ada yang menarik dari membaca, ungkap penulis beberapa buku antologi yang juga mantan wartawan iitu.
Kopdar ini juga dihadiri suami istri pegiat literasi beserta dua anaknya. Mereka adalah Taufik dan Widyanti. Taufik adalah penulis freelance yang banyak menulis tentang internet marketing di beberapa harian nasional. Sedang Widyanti adalah blogger aktif yang baru saja menelurkan karya pertamanya Food Combining: Pola Makan Sehat, Enak dan Mudah (Kawan Pustaka).
Hingga menjelang maghrib, kopdar menyepakati dua pekan lagi akan ada pertemuan lagi untuk membedah buku Food Combining oleh penulisnya langsung. Yuk warga Bondowoso dan sekitarnya hadir dan turut serta memajukan literasi.
