Aktivitas Siswa Paralayang di Kawah Wurung Tambah Daya Tarik Wisata

Paralayang Kawah Wurung Bondowoso

SEMPOL, InfoBondowoso.net - Kehadiran paralayang yang menjadikan Kawah Wurung sebagai tempat latihan menambah daya tarik tersendiri bagi destinasi wisata tersebut Para pengunjung yang datang ke tempat tersebut mendapatkan menu tambahan selain menikmati keindahan Kawah Wurung yang kini mulai tersohor.

Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paralayang Bondowoso sejauh ini memang telah menjadikan Kawah Wurung sebagai tempat pelatihan bagi penerbang siswa. "Sejauh ini sudah ada enam siswa yang berlatih Paralayang di Bondowoso," ujar Wahyudi Widodo, pegiat Paralayang yang juga atlet Jawa Timur ini.

Dia mengungkapkan, kondisi geografis serta hembusan angin di Kawah Wurung sangat tepat sebagai tempat pelatihan bagi para penerbang siswa. Ditambah lagi dengan pesona alamnya yang indah membuat para siswa betah untuk berlatih ground handling atau mengendalikan parasut paralayang sebelum mereka terbang.

Kedepan, kata dia, pelatihan-pelatihan bagi siswa akan terus dilakukan di Kawah Wurung. Para siswa bisa merasakan asiknya terbang baik dari ketinggian di Kawah Cincin atau pun di bibir Kawah Wurung yang tak begitu tinggi.

Aktifitas pelatihan bagi penerbang siswa ini ternyata juga menarik minat televisi nasional dan local untuk meliput, akhir pekan kemarin. Mereka antusias mengabadikan kegiatan para penerbang siswa melakukan ground handling di tepi Kawah Wurung.

Iswahyudi, ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bondowoso mengungkapkan, keberadaan aktivitas paralayang di Kawah Wurung ini tentu menjadi nilai tambah bagi Kawah Wurung. Para pengunjung tidak hanya disuguhi dengan pemandangan indah, namun mereka juga bisa melihat aktivitas olahraga dirgantara.

Bahkan banyak pengunjung yang tak segan untuk mendekat ke para siswa yang sedang latihan untuk sekedar berfoto bersama. Para pengunjung juga bisa belajar pengetahuan dasar tentang paralayang. Hingga mereka pun betah berlama-lama di Kawah Wurung. "Aktivitas siswa saat terbang paralayang di Kawah Wurung akan menjadikan kawasan ini semakin diminati pengunjung," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah observasi telah dilakukan untuk mengeksplorasi Kawah Wurung menjadi lokasi Paralayang. Sejumlah atlet paralayang maupun Gantolle Jatim juga telah mencoba sejumlah titik di Kawah Wurung untuk dijadikan tempat take off. Seperti diketahui, luasnya areal untuk landing di Kawah Wurung menjadi keunggulan tersendiri bagi daerah ini untuk dijadikan pusat pendidikan olahraga dirgantara. Apalagi, tidak ada pepohonan yang tinggi di Kawah Wurung yang bisa menjadi penghambat bagi penerbang yang hendak landing.

Kelebihan itu juga dibenarkan oleh Herda Eka, atlet Jatim langganan emas dalam olahraga dirgantara tingkat nasional. Herda yang belum lama ini datang ke Kawah Wurung memastikan jika kawasan ini sangat cocok bagi pelatihan siswa paralayang atau Gantolle.

Namun di sisi lain, kata dia, kawasan Sempol juga menyimpan potensi yang jauh lebih bagus untuk bisa dikembangkan sebagai kawasan industri wisata berbasis olahraga dirgantara. Lokasinya adalah di bukit Megasari, tepatnya di sisi barat kantor kecamatan Sempol. Bukit memanjang yang ditaksir memiliki ketinggian 350-400 meter dari permukaan tanah itu sangat pas untuk arena tandem paralayang.

"Tinggal bagaimana semua pihak, baik pemerintah daerah, maupun pemangku kawasan seperti PTPN dan Perhutani memiliki keinginan yang sama untuk bisa menggarap kawasan ini," ujarnya. Menurutnya, jika bisa berkembang sebagai industri wisata, maka olahraga dirgantara akan memberikan banyak manfaat, tak hanya bagi institusi pemerintah, tetapi juga masyarakat yang lebih luas.

Dia menyontohkan kawasan Gunung Banyak yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kota Batu. Ketika menjadi industri wisata seperti saat ini, maka kawasan wisata ini sudah berkembang sangat pesat. Masyarakat bisa ikut memperoleh manfaat dengan menjadi tukang ojek ke puncak sebagai tempat take off bagi pengunjung. Selain itu, banyak juga masyarakat yang berporfesi sebagai tukang lipat parasut.

Di sisi lain, institusi pemerintah termasuk juga pemangku kawasan juga mendapatkan manfaat dengan menerapkan tiket masuk bagi pengunjung yang kini mencapai ribuan. Tak hanya itu, banyak investor yang kini juga masuk dengan membangun cafe hingga hotel di tempat landing.


- Radar Ijen, 25/03/15 -