Asdi, Puluhan Tahun Mempertahankan Grup Ketipung (1)

Asdi, Puluhan Tahun Mempertahankan Grup Ketipung

InfoBondowoso.net - Di tengah musik modern yang banyak dinikmati orang, Asdi bersama grupnya Sumber Pusaka Jaya terus membesarkan musik gamelan dan ketipung yang digeluti sejak tahun 1960-an.

Mencari rumah Asdi di Desa Banyu Putih, Wringin agak butuh perjuangan. Mayoritas masyarakat setempat tidak mengenal ketika disebut nama Asdi. "Kalau cari rumah saya tanya rumah Dul Wafi, kalau Asdi tidak banyak yang kenal," katanya. Ya di kampung yang sejuk itulah. Asdi menggerakkan grup ketipung Sumber Pusaka Jaya.

Saat membicarakan musik gamelan khas madura ini, pria 68 tahun tersebut langsung nyantol dan ingat betul perjalanannya hingga sekarang. Asdi sendiri mengenal musik tradisional ini karena senang mendengarkan alunan ketipung saat dia tumbuh besar di Desa Sukaan, Suboh, Situbondo.

Beruntunglah guru mengaji Dul Wafi muda saat itu mempunyai ketipung. Dia pun punya kesempatan menimba ilmu pukulan demi pukulan yang membuat masyarakat senang. "Saya tidak ada keturunan seniman dari orang tua. Ya senang rasanya mendengarkan," paparnya.

Belajar dan belajar kemudian menjadi mahir memainkan ketipung, dia pun langsung bergabung dengan grup ludruk Putra Nusantara Situbondo. Selama tiga tahun masuk dunia hiburan seni ludruk ini, beragam tanggapan tidak pernah sepi. Bahkan sampai luar kota hingga pulau dewata Dul Wafi dan rekannya tersebut manggung. Sayang memanasnya peristiwa G30 S/PKI kesenian ludruk bisa dikatakan menakutkan. Lantaran, pemilik ludruk tersebut ketakutan dikira orang PKI. "Bos saya takut ancaman dari PKI, semua peralatan akhirnya dijual," ungkapnya.

Kemudian pada 1970-an, Asdi hijrah dan tinggal ke Wringin. Beruntunglah jiwa seninya terpenuhi di Bondowoso. Asdi pun mengenal Kiai Yumna Wringin yang sekaligus memiliki grup ketipung Sumber Pusaka Jaya. "Sekitar 1950 grup ketipung Sumber Pusaka Jaya ini," jelasnya.

Dari sanalah dia bergabung mengisi acara demi acara, baik itu pesta pernikahan atau lainya. Seiring berjalannya waktu semakin sulitnya mencari generasi pemukul ketipung akhirnya Dul Wafi lah yang saat ini menjadi motor grup ketipung Sumber Pusaka laya.

Prestasi bermain ketipung dia berserta grup ketipung dia cukup mengesankan. Lantaran, sering tampil di acara kesenian di Pariwisata Bondowoso maupun langsung diminta oleh Gubenur Jatim, Soekarwo. "Dulu pernah dikasih pakde Karwo Rp 1,5 juta," ungkapnya.


- Radar Ijen, 28/02/15 -