Wabah Difteri Serang Bondowoso

Wabah Dipteri Serang Bondowoso

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Penyakit Difteri kembali menyerang anak-anak di Bondowoso. Setelah ada pasien meninggal dunia karena penyakit difteri yang menyerang balita usia 17 bulan di Desa/Kecamatan Maesan, kini menyerang siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) At Taqwa Bondowoso. Akibatnya, siswa kelas satu itu langsung dilarikan ke ICU RSU dr Koesnadi Bondowoso.

Direktur RSU dr Koesnadi, dr Agus Suwardjito langsung memerintahkan petugas kesehatan untuk merawat siswa malang itu. “Saat ini pasien dirawat di ruang isolasi,” katanya. Kamis pagi kemarin (4/12). Untuk menyelamatkan nyawa anak tersebut, harus dilakukan pengobatan secara cepat dan tepat.

Agus menambahkan, tidak semua pengunjung boleh menjenguk anak tersebut, karena menghindari penularan penyakitnya. "Jadi, memang harus benar-benar diisolasi. Namun, itu untuk kesembuhan anak tersebut," ujarnya.

Kabid P2PL Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Arief Sudibyo menambahkan, begitu mendapatkan laporan tentang pasien siswa, pihaknya langsung melakukan imunisasi terhadap ratusan siswa MI At Taqwa. "Ini untuk pencegahan agar virus itu tidak menulari ratusan anak-anak yang lain," jelasnya.

Semua siswa yang berada di Kompleks Masjid At Taqwa, kata dia, dilakukan imunisasi. "Tentunya, kami langsung melakukan lokalisasi dengan cara menyuntik atau imunisasi difteri," terangnya.

Untuk diketahui, difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari Corynebacterium diphtheriae. Penyakit yang mengerikan di mana masa lalu telah menyebabkan ribuan kematian, dan masih mewabah di daerah-daerah dunia yang belum berkembang. Orang yang selamat dari penyakit ini menderita kelumpuhan otot-otot tertentu dan kerusakan permanen pada jantung dan ginjal. Anak-anak yang berumur satu sampai sepuluh tahun sangat peka terhadap penyakit ini. (Wikipedia)

Menurut dr Arief, ada pasien berusia 17 bulan yang berada di Maesan terserang difteri. Namun, balita itu sudah meninggal dunia belum lama ini. Agar virus tidak menyerang warga, pihaknya melakukan imunisasi terhadap warga yang tinggal sekitar rumah penderita. Ciri atau gejala penyakit dipteri, ada pseumembran di sekitar leher penderita, panas tinggi, leher membesar.


- Jawa Pos, 05/12/14 -