Solar Naik, Industri Genting Kelimpungan

Solar Naik, Industri Genting Kelimpungan
GENJOT PRODUKSI: Perajin genting di Desa Koncer Kecamatan Tenggarang.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), khususnya solar, membuat home industry genting yang banyak terdapat di Desa Koncer kelimpungan. Sebab, para perajin genting membutuhkan solar sebagai bahan campuran tanah liat dalam mencetak genting agar lebih halus.

H Abdul Latief, 70, seorang perajin genting mengatakan, kenaikan BBM sangat memengaruhi usahanya. Karena untuk pembuatan genting, dibutuhkan solar, yang saat ini harga solar naik.

Sebaliknya, dia tidak menaikkan harga jual genting, yang harganya tetap Rp 800 per buah untuk jenis genting pres. Sedangkan, untuk harga jual genting wuwung tetap Rp 1.500 per buah.

Selain itu, Abdul Latief juga membutuhkan kayu bakar sebagai bahan bakar. "Kayu bakar dibutuhkan untuk membakar genting setengah jadi. Dan, harga kayu bakar juga ikut naik," katanya.

Meski begitu, dia tetap optimistis untuk tetap menjalankan usahanya yang dirintis sangat lama. "Usaha genting ini warisan dari kakek buyut saya. Saya tinggal meneruskan usaha ini," katanya.

Dengan mempekerjakan 8 orang, dia sanggup memproduksi puluhan ribu genting dalam sebulan. Dia melayani pembelian genting dalam angka ribuan. "Tetapi, juga melayani pembelian eceran bagi warga yang akan mengganti genting rumahnya karena pecah atau rusak," jelasnya.

Sebagian besar warga Desa Koncer bekerja sebagai perajin genling. Bahkan, mereka memiliki usaha atau home industry sendiri. Selain itu, dengan semakin banyaknya real estate atau perumahan baru, mereka ikut kecipratan rezeki.


- Jawa Pos, 17/12/14 -