BKSDA: Pendapatan dari Ijen Naik Drastis

BKSDA: Pendapatan dari Ijen Naik Drastis

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Pesona Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen di Sempol masih menjadi magnet besar bagi wisatawan. Bahkan meski tarif masuk ke kawasan Ijen dinaikkan, namun tak berpengaruh terhadap banyaknya kunjungan. Kenaikan tarif yang diterapkan sejak Agustus itu membuat Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Ijen melonjak drastis.

Sunandar Trigunajasa, kepala BKSDA Wilayah III Jember selaku pemangku TWA Kawah Ijen menjelaskan, kenaikan tarif masuk ke Ijen tidak memengaruhi volume kunjungan wisatawan. "Hanya awal-awal saja banyak wisatawan yang komplain. Tapi selanjutnya tidak ada lagi," ujarnya.

Dia menambahkan, pasca kenaikan tarif masuk itu, PNBP dari Ijen memang mengalami kenaikan yang cukup drastis. Jika sebelumnya pendapatan hanya berkisar Rp 350 juta dalam satu tahun, kini pihaknya menargetkan bisa mencapai Rp 2,5 miliar dalam setahun. "Dalam periode Agustus hingga Oktober awal, pendapatan sudah berkisar Rp 1,5 miliar," ungkapnya.

Berdasarkan data yang dia himpun, mayoritas kunjungan ke Ijen sejauh ini memang masih wisatawan lokal. Terbanyak datang dari pintu masuk sebelah timur atau Banyuwangi. Sementara untuk wisatawan asing, banyak yang melalui jalur Bondowoso. Karena berdasarkan rute perjalanan wisata mereka, biasanya turis asing sudah membeli paket dari Bromo - Ijen - Bali.

Pasca adanya kenaikan tarif tersebut, pihaknya ke depan akan melakukan perbaikan-perbaikan fasilitas. Dengan naiknya PNBP, diharapkan BKSDA bisa mendapatkan alokasi anggaran untuk peningkatan fasilitas. Mulai dari rest area, toilet, selter termasuk infrastruktur penanggulangan kebakaran.

Seperti diketahui, tarif masuk kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dipastikan naik pada 1 Agustus lalu. Kenaikan tarif diterapkan oleh BKSDA Wilayah III Jember didasarkan pada PP 12/2014 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB).


- Jawa Pos, 01/12/14 -