Nostalgia Dian Pramana Putra di Gunung Ijen

Jazz d' Ijen Bondowoso
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Musikus Dian Pramana Putra berhasil membawa penonton bernostalgia dalam pertunjukan Jazz d' Ijen Bondowoso, di Perkebunan Kalisat-Jampit, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu malam, 15 November 2014. Musikus berusia 53 tahun itu membawakan tujuh lagu yang pernah populer di era 1980-an.

Meski acara bertajuk jazz, Dian Pramana Putra hanya tampil dengan gitar akustiknya. Nuansa jazz hanya dibawakan dua band lokal pembuka yakni Combokustik dan D'Friend. Dian tampil solo tanpa teman duetnya, Dedy Dhukun.

Dian memulai penampilannya dengan lagu berjudul Gelisah. Suara Dian lewat lagu dari album Intermezzo ini menghangatkan suasana di lereng Gunung Ijen yang mencapai 12 derajat Celsius.

Pertunjukan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu digelar dengan suasana perkebunan kopi arabika di ketinggian 1.100 meter. Hamparan tanaman stroberi, pinus, dan cemara menjadi pemandangan di sekitarnya.

Dian, kelahiran Medan, 2 April 1961, berulang kali menyebut hawa Ijen yang dingin. "Saya lupa membawa jaket," kata Dian ramah menyapa ratusan penonton. "Saya senang sekali hadir di Bondowoso, semoga Bondowoso menjadi kota besar," katanya disambut tepuk tangan penonton.

Dian beranjak ke lagu romantis keduanya: Kau Seputih Melati. Hanya separuh lagu, Dian mengejutkan penonton dengan lagunya yang sedikit rancak: Bohong. Seluruh penonton pun kompak ikut menyanyikan lagu ini. "Saya senang kalian masih ingat lirik lagu saya," kata Dian yang tampil dengan balutan kemeja putih dan blazer hitam.
Musisi Dian Pramana Putra (kiri) tampil pada "Jazz de Ijen" di Perkebunan Kopi Jampit Sempol, Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu (15/11). Pergelaran jazz yang diselenggarakan di perkebunan kopi Jampit untuk mempromosikan Ijen sebagai salah satu destinasi Kabupaten Bondowoso. ANTARA FOTO/Seno/Asf/mes/14.

Lewat lagu keempatnya, Melati di Atas Bukit, Dian Pramana Putra menyelipkan pesan-pesan agar masyarakat melestarikan Gunung Ijen. Dian yang telah meluncurkan 20 album itu kemudian mengajak Bupati Bondowoso Amin Said Husni berduet di atas panggung.

Mereka berdua menyanyikan lagu populer lainnya: Biru. Lagu ini menghipnotis penonton yang serentak berdendang bersama. Dian menutup penampilan singkatnya selama 40 menit dengan lagu Masih Ada.

Kepada wartawan, Dian mengatakan, tak melakukan persiapan khusus untuk penampilannya di Jazz Ijen Bondowoso ini. "Karena saya tampil sendiri," katanya.

Dalam acara itu, Bupati Bondowoso Amin Said Husni, menyerahkan bibit cemara gunung kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jawa Timur. Pemberian bibit itu, kata dia, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Bondowoso pada kawasan konservasi Gunung Ijen. "Janganlah kita menikmati Gunung Ijen dengan cara memperkosanya," kata dia.