Kembangkan Wisata Terpadu Ijen, Pemkab Gandeng BKSDA, PTPN XII dan Perhutani
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Berbagai potensi wisata di sekitar kawasan Ijen selama ini masih belum tergarap maksimal. Untuk itulah, pemerintah daerah didukung oleh sejumlah pemangku kepentingan lain akan mengembangkan kawasan wisata terpadu di sejumlah kecamatan di sekitar Ijen.
Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi pengembangan pariwisata kawasan Ijen dan Agropolitan yang digelar di Aula Sabha Bina Praja kemarin. Hadir dalam pertemuan kemarin sejumlah pimpinan SKPD, Ketua BKSDA Wil III Jember, Perwakilan PTPN XII, Perhutani serta perwakilan bina marga Jatim.
Sigit Purnomo, kepala Disparporahub Bondowoso menjelaskan, rapat koordinasi tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengembangkan pariwisata di sekitar Ijen dengan tanpa merusak lingkungan. "Ini bagian dari upaya untuk mengembangkan kawasan Ijen secara komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan," ungkapnya.
Ada sejumlah langkah yang akan diambil. Salah satunya adalah optimalisasi potensi objek wisata. Selain kawah Ijen sendiri, banyak potensi lain yang perlu untuk lebih dikembangkan. Misalnya kawah wurung, air terjun, air panas, agrowisata kopi dan perkebunan di bawah pengelolaan PTPN XII.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan mendorong kawasan agrowisata di kecamatan Sempol serta agropolitan di beberapa kecamatan lain seperti Tlogosari, Sukosari dan Sumber Wringin. "Kita juga memiliki produk - produk unggulan kabupaten lain seperti kopi, macadamia dan strawberry," jelasnya.
Untuk mempercepat pengembangan tersebut, lanjut dia, maka tentunya harus ada kesepahaman bersama antar semua stakeholder. Langkahnya adalah peningkatan kerja sama sinergis antar pemangku wilayah di kawasan Sempol dan kawasan agropolitan. Hal itu akan melibatkan pemerintah daerah, PTPN XII, BKSDA dan Perhutani. "Sehingga tata kelola dan pengembangan potensi wisata lebih maksimal," tambahnya.
Di sisi lain, kata dia, upaya peningkatan kualitas SDM menjadi sesuatu yang harus dilakukan, hal itu juga akan diimbangi dengan peningkatan infrastruktur ke sejumlah destinasi tersebut. Misalnya peningkatan kualitas jalan serta peningkatan kualitas produk-produk unggulan kabupaten. Harapannya adalah wisatawan yang berkunjung ke kawah Ijen tertarik untuk datang ke objek lain dan bisa berkunjung lebih lama di Bondowoso.
"Harapannya tentu wisatawan tidak hanya datang ke Ijen, tapi juga bisa berkunjung ke objek lain selain Ijen. Sehingga dampak bagi pengembangan pariwisata khususnya peningkatan ekonomi masyarakat lebih terasa," pungkasnya.
- Jawa Pos, 27/11/14 -
