Forum PAUD Bondowoso Gelar Kampung Bermain Anak Usia Dini
![]() |
| Kampung Bermain Anak Usia Dini di Alun-alun Bondowoso (foto: fb.com/opeckz.lugu) |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Terfokusnya pikiran dan tenaga anak-anak zaman sekarang terhadap permainan canggih yang ada di software komputer ataupun playstation bahkan game yang ada di ponsel cerdas, membuat prihatin Ny Faizah Amin Said Husni.
Untuk meminimalisasi bahaya game-game itu, sebagai Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, istri Bupati Bondowoso itu mengajak anak-anak PAUD dan TK untuk kembali ke permainan tradisional atau tempo dulu. Melalui acara Kampung Bermain yang diikuti ratusan siswa-siswi PAUD, Bunda PAUD menyosialisasikan permainan tradisional. Diantaranya, thek-ngethekan (sembunyi-sembunyian), gerobak sodor, dakon, serta permainan sejenis di Alun-Alun Bondowoso, Kamis sore kemarin (13/11).
Hadir dalam acara itu, Bupati Amin Said Husni, Kajari Sri Sektiyanti SH, Dandim 0822 Letkol Aliyatin Mahmudi, Sekda Hidayat, serta para guru PAUD dan TK dan masyarakat sekitar yang terlihat memenuhi Alun-Alun untuk melihat atraksi permainan yang diperagakan anak-anak PAUD.
Menurut Hj Faizah Amin Said Husni, para orang tua dan anak-anaknya agar kembali melakukan permainan yang bersifat tradisional. "Bukannya kami melarang anak-anak PAUD dan TK bermain game di komputer. Tetapi, lebih baik melakukan permainan tradisional saja," katanya.
Apalagi permainan tradisional itu, kata dia, murah dan baik bagi anak-anak dalam melakukan sosialisasi. "Anak-anak itu semakin mengenal teman-temannya dan lingkungannya. Lebih baik mengarahkan anak-anak kita untuk bermain yang sifatnya tradisional," ujarnya.
Bupati Amin Said Husni menambahkan, dengan digelarnya Kampung Bermain maka itu membuat memorinya melayang pada 45 tahun silam. "Saat itu, saya bermain menggunakan permainan tradisional, seperti main sembunyi-sembunyian bersama teman-teman," katanya.
Namun di era modern ini, kata Amin, era keemasan permainan tradisional sudah tergantikan dengan game teknologi yang ada di komputer, HP, ataupun playstation. Oleh sebab itu, dia mendukung gerakan Bunda PAUD Bondowoso yang tidak lain istrinya, untuk menyosialisasikan kepada guru PAUD dan TK agar permainan tradisional diminanti oleh anak-anak zaman sekarang. "Jadi anak-anak ini jangan hanya dikenalkan dengan permainan yang ada di komputer saja. Namun, permainan tradisional wajib untuk dikembangkan lagi," terangnya.
Selain itu, Amin mengatakan digelarnya acara permainan kampung juga untuk memberikan kado istimewa kepada istrinya yang kebetulan berulang tahun ke 44 tahun. "Semoga sebagai Bunda PAUD semakin berhasil dalam menjalankan tugasnya dengan baik dan mampu memimpin PAUD serta menciptakan generasi emas bagi Bondowoso," katanya.
Sementara itu, dari pengamatan Jawa Pos Radar Jember, para orang tua murid PAUD, guru PAUD dan ratusan siswa PAUD, tumplek blek dalam acara pergelaran Kampung Bermain. Apalagi, Pemkab Bondowoso sangat serius dalam mendidik anak-anak atau siswa PAUD. Pemkab tidak ingin anak-anak sebagai calon generasi muda, ikut larut atau terfokus kepada permainan teknologi tinggi.
- Jawa Pos, 14/11/14 -
