Hari Ini Kasus Kebakaran Pasar Induk Bondowoso Digelar

Hari Ini Kasus Kebakaran Pasar Induk Bondowoso Digelar
Kondisi Pasar Induk Bondowoso (bagian dalam) pasca kebakaran (foto: FB Hadi Yono)

BONDOWOSO, InfoBondowoso.net - Polda Jatim dan Polres Bondowoso melakukan gelar perkara terkait hasil penyelidikan kebakaran Pasar Induk Bondowoso di Polda Jatim. Kamis hari ini (23/10). Meski belum ada kesimpulan resmi dari hasil penyelidikan labfor Polda Jatim, namun desas-desus yang berkembang, penyebab kebakaran karena terjadi hubungan arus pendek (korsleting) pada salah satu kios yang menjual daging di lantai atas pasar terbesar di Bondowoso.

Kasat Reskrim AKP Mulyono kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, dia akan pergi ke Polda Jatim untuk mengikuti gelar perkara penyebab kebakaran Pasar Induk tersebut. "Untuk kepastiannya (penyebab kebakaran, Ked), tunggu saja hasil kesimpulan dari Labfor Polda Jatim." katanya, Rabu sore (22/10).

Mulyono tidak mau menjelaskan lebih jauh tanpa ada dasar hukum yang jelas. "Sebab, ini menyangkut kepentingan masyarakat dan Pemkab sebagai pengelola pasar. Serta, nasib para pedagang yang mengalami kerugian besar," ujarnya.

Oleh sebab itu, dia sangat berhati-hati sebelum mengeluarkan pernyataan terkait penyebab kebakaran itu. "Akan lebih afdal, saya mengeluarkan pernyataan setelah ada surat resmi dari Polda Jatim. Jadi, tunggu saja hasil gelar perkara oleh labfor," terangnya.

Namun, dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, penyebab kebakaran karena ada korsleting listrik di lantai atas Pasar Induk Bondowoso. Bahkan, secara spesifik, sumber tersebut mengatakan titik api berasal dari salah satu kios penjual daging. "Pemilik kios lalai. Dia menggunakan listrik dengan ngawur, yakni sebuah stop kontak digunakan untuk mengaliri alat listrik cukup banyak. Lalu, karena over load, terjadilah korsleting listrik," kata salah satu sumber.

Sebelumnya, sempat beredar bahwa pasar itu sengaja dibakar ternyata itu hanya isu saja. Selain itu, para pedagang banyak menanggung utang ke perbankan. Karena, mereka dimodali oleh perbankan dalam menjalankan usahanya.


- Jawa Pos, 23/10/14 -