Turis Asing Tua Muda, Semua Naik Kawah Ijen!
| Para Turis wanita nan cantik juga suka naik Gunung Ijen, di perbatasan Bondowoso - Bayuwangi, Jawa Timur |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Pesona Kawah Ijen sudah tak diragukan lagi. Para wisatawan asing dibuat kagum. Mereka rela datang dari jauh dan berani membayar mahal demi kawah hijau toska dan fenomena api biru. Tua muda, semua naik ke Kawah Ijen.
Pesona kawah Gunung Ijen yang berwarna hijau toska dipadu dengan fenomena blue fire (api biru), serta kegiatan penambangan belerang di sana menjadi agenda utama para wisatawan saat mengunjungi gunung api yang terletak di perbatasan Bondowoso-Banyuwangi ini.
Semula saya dan teman-teman satu tim mengira kalau wisata alam Gunung Ijen ini tidak seramai Gunung Bromo dan Semeru. Itu saya lihat sendiri pada Sabtu (16 Agustus 2014) siang hingga sore. Saat malam dan dini hari (17 Agustus 2014), campground Pal Tuding penuh tenda para pendaki.
Saya mencoba mengamati secara lebih jeli di antara wisatawan lokal yang berdatangan. Umumnya mereka berusia muda. Turis asing sepertinya tidak nampak di lokasi perkemahan.
Mungkin mereka lebih memilih menginap di Guest House Jampit rumah kayu dengan kebun bunga yang asri atau penginapan lainnya yang berada di Desa Sempol yang berjarak 15 kilometer dari Pal Tuding. Atau hotel yang berada di lokasi Air Terjun Blawan, Desa Kalianyar, kira-kira 7 kilometer dari Pal Tuding.
Saat pendakian di malam hari, saya melihat cukup banyak turis asing di sana. Mereka umumnya menggunakan jasa pemandu wisata warga negara Indonesia. Tampaknya pesona blue fire itulah yang bikin penasaran turis asing. Kedatangan turis asing di objek wisata Kawah Ijen menjadi berkah yang tiada tara.
"Untuk wisatawan lokal, kami hanya mengenakan tiket masuk sebesar Rp 5.000, sedangkan turis mancanegara ongkos masuknya lebih mahal lagi," terang Daryono, penjaga pos Pal Tuding.
Belakangan saya mendengar bahwa turis asing diwajibkan membayar sampai puluhan kali lipat. Sekitar Rp 150.000 untuk setiap orangnya. Bagi wisatawan asing, tarif sebesar itu terasa ringan dan tak memberatkan karena mereka berduit.
Wisatawan asing menganggap berwisata itu kebutuhan utama, seperti halnya makan dan kebutuhan akan barang-barang sandang lainnya. Apalagi bila objek wisata yang akan dikunjunginya itu terkenal, seperti fenomena api biru di Kawah Ijen, Bondowoso-Jatim, itu mengundang perhatian turis dunia.
![]() |
| Turis asing ini rela menyewa pemikul demi Kawah Ijen |
Para turis asing itu rela merogoh kocek cukup dalam demi Kawah Ijen. Sebelum melakukan pendakian pada malam harinya, saya sempat berjumpa dengan dua wanita asal Perancis.
Satu orang masih muda dan satunya lagi sudah tua. Mereka rela membayar mahal guide dan 4 orang pemikul hanya untuk melihat pesona Kawah Ijen yang berwarna hijau toska itu.
"Untuk menikmati pesona Kawah Ijen, turis tua itu berani membayar Rp 800.000 untuk ongkos pemikul," jelas Fathur pemandu asal Desa Rogojampi, Banyuwangi.
Kawah Gunung Ijen memiliki daya tarik yang luar biasa bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Masalahnya sekarang adalah bagaimana memperbaiki fasilitas yang ada di pos Pal Tuding, sebab beberapa bangunan seperti gedung serbaguna, musholah, dan fasilitas penunjang lainnya tampak tidak terawat.
Perlu petugas khusus yang menjaga dan merawat berbagai fasilitas yang ada, agar wisatawan dapat memanfaatkannya secara optimal.
