Tape, Oleh-oleh Termasyhur di Bondowoso

Tape bondowoso

Suasana Lebaran sangat lekat dengan silaturahmi keluarga. Berbagi kesenangan juga kenangan turut mewarnai hari nan fitri. Buah tangan alias oleh-oleh menjadi catatan yang tak boleh terlupa. Semoga yang menerima pun turut bersuka.

Hampir di semua wilayah di negeri ini mempunyai oleh-oleh khas. Mulai dari makanan atau camilan khas, hingga cendera mata lain yang unik tiada duanya. Membawakan sanak saudara buah tangan, diantaranya menyiratkan perhatian seseorang yang diwujudkan dalam benda.

Di Bondowoso, Jawa Timur, Tape Adalah jajanan khas bondowoso, makanan manis inilah yang membuat Bondowoso terkenal. Tape Bondowoso terbuat dari singkong pilihan dan difermentasikan dengan baik sehingga menghasilkan rasa yang manis dan khas.

Pemasaran dari tape inipun banyak menyebar ke berbagai daerah di Indonesia yang semakin mengantarkan nama Bondowoso semakin tenar sebagai kota penghasil Tape.

Fermented of Cassava, begitu kata wong londo. Kalau lidah Indonesia menyebutnya tape, jajanan uenak dimakan ini dari singkong yang difermentasikan dengan sistem peragian.

Uniknya tape manis Bondowoso ini selalu bermerk dengan angka, mirip dengan panganan Bakpia Pathuk dari Jogjakarta. Selalu diawali dengan angka, Ada tape 31,32,82,66,17 dsb.

Umumnya tape-tape tersebut dikemas dalam bèsèk sejenis anyaman dari bambu berbentuk kotak, lengkap dengan penutupnya. Biasanya di kemasan bèsèk ini juga tertera tanggal pembuatan dan kapan bisa dibuka penutupnya agar bisa dimakan. Di dalam bèsèk masih dialasi dengan daun pisang agar proses fermentasi dengan ragi berjalan sempurna.

Rasanya kurang lengkap bila ke Bondowoso pulang tidak membawa oleh-oleh berupa tape singkong sebagai makanan khasnya. Sebab, tape Bondowoso sudah punya cita rasa tersendiri. Ini yang membedakan dengan produksi tape lain. Bahkan boleh dibilang manisnya tape singkong Bondowoso sampai saat ini tak ada duanya. (dbs/ib)