MUI Bondowoso Juga Turun Tangan Tangkal Paham ISIS

MUI Bondowoso Turun Tangan Tangkal Paham ISIS
Dandim Zulkarnaen DP, Ketua MUI KH Abdul Oadir Syam, Kapolres Sabilul Alif saat di Makodim.

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Tidak hanya pemerintah yang dibikin repot oleh paham aliran radikal ISIS (Negara Islam Irak Syuriah). Para kiai dan ulama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bondowoso juga turun tangan mencegah paham ISIS masuk ke Bondowoso.

Ketua MUI Bondowoso KH Abdul Qadir Syam mengatakan, ajaran Islam itu adalah kedamaian bukan kekerasan. "Kalau paham ISIS ini sudah ngawur bahkan merusak," katanya kepada Jawa Pos Radar Jember, Selasa kemarin (12/8).

Oleh sebab itu, MUI Bondowoso menolak keras paham itu masuk ke Bondowoso. "Ya harus dicegah agar warga Bondowoso tidak ikut-ikutan mengikuti paham ISIS,” tegasnya.

Apalagi The Founding Fathers (pendiri bangsa Indonesia ini) sudah meletakkan dasar-dasar Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan berbangsa dan bernegara. "Jadi paham yang kita anut ya paham Pancasila, bukan yang lain. Itu sudah final," katanya.

Selain itu, KH Abdul Qadir meminta pemerintah untuk mencegah paham ISIS masuk ke Indonesia. Dia mendukung langkah Dandim Letkol Zulkarnaen Dwi Peristianto dan Kapolres AKBP Sabilul Alif mengajak MUI untuk turun ke masyarakat bersama-sama.

Bahkan Dandim memerintahkan para Babinsa untuk memantau situasi terkait keberadaan ISIS. "Dengan harapan, Bondowoso steril dari paham radikal ISIS," katanya. Hal senada dikatakan Kapolres Sabilul Alif, ia merupakan orang yang bertanggung jawab terkait kamtibmas di Bondowoso.

Karena Islam itu adalah agama yang damai dan mementingkan kasih sayang dalam menjalin hubungan dengan sesama. "Namun, sampai saat ini, kami tidak menemukan warga Bondowoso yang ikut-ikutan ISIS. Karena, warga Bondowoso sudah memahami jika ISIS itu salah," katanya.


- Jawa Pos, 13/08/14 -