Legenda Zaman Kita: 90 Tahun Ali Audah
![]() |
| Ali Audah bercerita tentang pengalaman dalam dunia sastra pada perayaan HUT ke-90-nya, di Teater Salihara, Jakarta, Kamis (14/8). |
JAKARTA, InfoBondowoso.NET - Legenda Zaman Kita: 90 Tahun Ali Audah, Penceramah: Goenawan Mohamad, Kamis 14 Agustus 2014, 14:00 WIB Teater Serambi Salihara, Jakarta.
Ali Audah yang dilahirkan 14 Juni 1924 di Bondowoso, Jawa Timur, dan sekarang tinggal di Bogor, Jabar. adalah satu dari sedikit sastrawan Indonesia yang bekerja sebagai penerjemah karya-karya berbahasa Arab. Meski hanya berbekal pendidikan formal Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Rakyat, Ali Audah dikenal sebagai penerjemah yang cemerlang.
Beberapa karya terjemahannya adalah Suasana Bergema karya A. Hamid G. As-Sahar, Membangun Kembali Pemikiran Agama Islam karya Muhammad Iqbal (bersama Taufiq Ismail dan Goenawan Mohamad), Sejarah Hidup Muhammad karya Muhammad Husain Haekal dan Lorong Midaq karya Naguib Mahfouz. (baca juga: Sosok Ali Audah Sastrawan Indonesia)
Ali Audah juga ikut mendirikan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Berkat komitmen dan integritasnya dalam sastra dan penerjemahan, ia meraih Anugrah Rumah Puisi pada 2011.
Pada Juli, usia Ali Audah 90 tahun. Untuk memperingati ulang tahunnya dan sumbangsihnya dalam dunia sastra dan penerjemahan di Indonesia, PDS HB Jassin bersama HPI dan Komunitas Salihara menyelenggarakan peluncuran buku Legenda Zaman Kita: 90 Tahun Ali Audah.
Buku ini memuat pandangan para sastrawan, cendekiawan muslim dan penerjemah di Indonesia mengenai Ali Audah. Tak kurang dari 26 penulis yang diundang untuk mengisi buku yang diterbitkan itu. Terdiri dari tiga bab: I. Ali Audah dalam Pandangan Para Sastrawan; II. Ali Audah Dalam Pandangan Para Cendekiawan; III. Ali Audah dalam Pandangan Para Penerjemah.
Sumber
Ali Audah juga ikut mendirikan Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Berkat komitmen dan integritasnya dalam sastra dan penerjemahan, ia meraih Anugrah Rumah Puisi pada 2011.
Pada Juli, usia Ali Audah 90 tahun. Untuk memperingati ulang tahunnya dan sumbangsihnya dalam dunia sastra dan penerjemahan di Indonesia, PDS HB Jassin bersama HPI dan Komunitas Salihara menyelenggarakan peluncuran buku Legenda Zaman Kita: 90 Tahun Ali Audah.
Buku ini memuat pandangan para sastrawan, cendekiawan muslim dan penerjemah di Indonesia mengenai Ali Audah. Tak kurang dari 26 penulis yang diundang untuk mengisi buku yang diterbitkan itu. Terdiri dari tiga bab: I. Ali Audah dalam Pandangan Para Sastrawan; II. Ali Audah Dalam Pandangan Para Cendekiawan; III. Ali Audah dalam Pandangan Para Penerjemah.
Sumber

