Kondisi Bangunan Ruang Lapas Bondowoso Memprihatinkan
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Kondisi bangunan lembaga pemasyarakatan/LAPAS kabupaten Bondowoso memprihatinkan. Sejumlah kamar narapidana mengalami keropos kayu, yang menyebabkan rusaknya penyangga jendela maupun pintu kamar.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan kabupaten Bondowoso, M.Hanafi saat dikonfirmasi RRI mengatakan, Kerusakan ini berpengaruh terhadap keamanan Lapas Bondowoso, namun demikian keamanan tidak hanya dapat diciptakan dengan kondisi fisik yang kuat, akan tetapi dengan melakukan pendekatan kemanusiaan. Melalui pendekatan ini keamanan akan tercipta dengan sendirinya. Saat ini Lapas Bondowoso dihuni oleh 196 narapidana, dengan 14 kamar yang kondisi fisiknya jauh dari ideal.
Menurut Hanafi, untuk melakukan perbaikan fisik di Lapas Bondowoso, selama ini menggunakan swadaya, yang diperoleh dari penjualan karya napi diantaranya; nampan, tempat tissu, sangkar, dan tas. Hanafi juga sedang mengusulkan renovasi Lapas ke pihak pusat, untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi gedung. Hanafi berharap, pemerintah segera mengucurkan dana rehab, sehingga ruang narapidana menjadi layak untuk ditempati.
Sementara ini, Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas 2 B Bondowoso melakukan rehab terhadap 14 ruang tahanan. Kepala Lapas Kelas 2 B bondowoso Mohammad Hanafi menjelaskan, untuk keamanan serta meminimalisir hal yang tidak diinginkan, tahun 2014 ini Lapas Kelas 2 B Bondowoso melakukan rehab terhadap 14 ruang tahanan di Lapas tersebut.
Rehab ruangan ini dilakukan akibat kusen jendela ruang tahanan yang dilengkapi tralis besi mulai keropos sehingga perlu rehabilitasi guna mengoptimalkan pengamanan.
Untuk rehabilitasi ruang tahanan, Lapas Kelas 2 B Bondowoso melakukan sistem subsidi silang sehingga anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi sementara dialihkan untuk rehab ruang tahanan yang kusen serta pintunya mulai keropos.
Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan proyek rehabilitasi kepada pemerintah pusat terkait dengan anggaran rehab ruang tahanan, yang sementara ini masih menggunakan dana dari sistem subsidi silang.
Hanafi menambahkan, pengajuan tersebut baru dapat terealisasi pada tahun anggaran 2015 mendatang.
Sumber1 Sumber2
Menurut Hanafi, untuk melakukan perbaikan fisik di Lapas Bondowoso, selama ini menggunakan swadaya, yang diperoleh dari penjualan karya napi diantaranya; nampan, tempat tissu, sangkar, dan tas. Hanafi juga sedang mengusulkan renovasi Lapas ke pihak pusat, untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi gedung. Hanafi berharap, pemerintah segera mengucurkan dana rehab, sehingga ruang narapidana menjadi layak untuk ditempati.
Sementara ini, Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas 2 B Bondowoso melakukan rehab terhadap 14 ruang tahanan. Kepala Lapas Kelas 2 B bondowoso Mohammad Hanafi menjelaskan, untuk keamanan serta meminimalisir hal yang tidak diinginkan, tahun 2014 ini Lapas Kelas 2 B Bondowoso melakukan rehab terhadap 14 ruang tahanan di Lapas tersebut.
Rehab ruangan ini dilakukan akibat kusen jendela ruang tahanan yang dilengkapi tralis besi mulai keropos sehingga perlu rehabilitasi guna mengoptimalkan pengamanan.
Untuk rehabilitasi ruang tahanan, Lapas Kelas 2 B Bondowoso melakukan sistem subsidi silang sehingga anggaran yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi sementara dialihkan untuk rehab ruang tahanan yang kusen serta pintunya mulai keropos.
Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan proyek rehabilitasi kepada pemerintah pusat terkait dengan anggaran rehab ruang tahanan, yang sementara ini masih menggunakan dana dari sistem subsidi silang.
Hanafi menambahkan, pengajuan tersebut baru dapat terealisasi pada tahun anggaran 2015 mendatang.
Sumber1 Sumber2
