BPPKB Bondowoso Tingkatkan KB Dengan Program KIE
![]() |
| Keluarga Berencana (Ilustrasi) © 2012 dangdutpantura.wordpress.com |
Kepala Sub Bidang Pelayanan KB BPPKB Kabupaten Bondowoso Puspita Adi Kurniawati menjelaskan, berbagai upaya telah dilakukan oleh BPPKB kabupaten Bondowoso dalam rangka meningkatkan kesertaan atau pengguna layanan KB di wilayah kabupaten Bondowoso. Berdasar data yang berhasil dihimpun, per bulan Juli tahun 2014, peserta KB baru (PB) tercatat sebanyak 11.268 orang, dan peserta KB aktif (PA) tercatat sebanyak 144.663 orang. Sedangkan per bulan Juli tahun 2013 lalu, tercatat PB sebanyak 14.113 orang, dan PA sebanyak 144.121 orang.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh BPPKB kabupaten Bondowoso untuk meningkatkan peserta PB maupun PA, yaitu dengan melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat tentang pemahaman layanan KB melalui program KIE. Secara teknis, program KIE dilaksanakan langsung oleh petugas penyuluh KB yang bertugas di tingkat desa dan tingkat kecamatan, dengan melakukan komunikasi, memberikan informasi serta edukasi tentang layanan KB, langsung ke rumah rumah warga. Dengan demikian, diharapkan layanan KB dapat lebih dipahami oleh seluruh masyarakat.
Sementara itu, (BPPKB) kabupaten Bondowoso juga berupaya tingkatkan kesertaan layananan KB melalui kerja sama dengan anggota TNI.
Kabid Data Dan Informasi BPPKB Kabupaten Bondowoso Vita Musyafiri menjelaskan, sampai saat ini petugas BPPKB beserta penyuluh KB yang bertugas di tingkat desa maupun kecamatan terus melakukan sosialisasi serta menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya menjadi peserta Keluarga Berencana (KB).
BPPKB bersama Dinas Kesehatan dan KODIM 0822 Bondowoso juga melaksanakan Bakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan, yang telah mulai dilaksanakan sejak bulan Juli hingga bulan Oktober 2014 mendatang.
Program kerja sama tersebut dinilai cukup efektif, sebab mampu memberikan kontribusi yang cukup besar untuk kesuksesan pelaksanaan program KB di kabupaten Bondowoso.
Bakti Sosial Manunggal KB Kesehatan ini dilaksanakan langsung oleh anggota TNI, namun untuk teknis pemasangan alat kontrasepsi tetap dilakukan oleh tenaga ahli medis.
