Tim Penilai Pro Poor Award 2014 Kunjungi Sentra Batik Bondowoso
| Ibu-ibu pengerajin batik siap melayani permintaan UMKM untuk mengikuti Pro Poor Award 2014 |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Kerajinan batik yang banyak tersebar di Bondowoso menjadi salah satu andalan UMKM di Bondowoso dalam upaya pengentasan kemiskinan masyarakat. Tak heran, jika kerajinan batik menjadi produk yang akan diikutkan dalam kategori pemberdayaan UMKM dalam Pro Poor Award 2014 Jawa Timur.
Kemarin, tim penilai dari Pro Poor Award 2014 Jatim mendatangi sejumlah sentra kerajinan batik di Bondowoso. Salah satunya batik Lumbung di Tamanan dan batik tulis Sumbersari di Maesan. Selain batik tulis, sejumlah UMKM lain yang menjadi binaan Pemkab akan diikutkan dalam penilaian ajang tersebut. Di antaranya cluster kopi di Sumber Wringin dan pembuatan jajanan Pia khas Bondowoso.
Menurut Roni Syahroni, tim penilai dari Pro Poor Award 2014, ada tiga kategori yang masuk dalam penilaian. Yaitu perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan UMKM. “Untuk Pemkab Bondowoso ini ikut dalam kategori pemberdayaan UMKM,” ujarnya saat berkunjung ke batik tulis Sumbersari, Maesan kemarin.
Menurut dia, tim akan menilai sejauh mana kebijakan pemerintah dalam pengembangan UMKM. Apakah ada perda khusus untuk pemberdayaan UMKM. Adakah program pengembangan yang menjadi fokus. Termasuk juga di sisi penganggarannya bagaimana.
“Kita juga melihat reputasi dari kegiatan-kegiatan yang didukung oleh kabupaten, baik secara lokal maupun nasional. Kalau batik di Sumbersari Maesan ini sudah skala Nasional,” ujarnya. Selain itu, akan dinilai juga status dari para perajin. Apakah ada metode pemberdayaan lain atau hanya sebatas menjadi pekerja.
Roni menjelaskan, target dari ajang Pro Poor Award sendiri adalah untuk mendorong pemerintah dalam memberikan fasilitas dan akses terhadap warganya yang bergelut di sektor UMKM.
(Jawa Pos 17/04/2014)