Siap Gelar UN 2014, Dispendik Bondowoso Gandeng Polres & Unej

Siap Gelar UN 2014, Dispendik Bondowoso Gandeng Polres & Unej
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Dinas Pendidikan Bondowoso siap menggelar ujian nasional 2014 untuk siswa SMA pada 14 – 16 April mendatang. Ujian tersebut akan diikuti 6.401 siswa terdiri dari 1.950 siswa SMA, 2.432 siswa SMK, 1.517 siswa MA dan 2 siswa SMA-LB. Sedangkan untuk kejar paket C diikuti 500 siswa.

Kasi SMA/MA/SMK Dispendik Bondowoso, I nyoman mengatakan ada sejumlah perbedaan UN 2014 dibandingkan dengan UN 2013 lalu. Salah satunya adalah dari sisi komposisi nilai sekolah dimana tahun ini komposisi nilai sekolah terdiri atas 70 % nilai rapor dan 30 % nilai ujian nasional.

Dijelasakannya bagi siswa yang sedang sakit namun memungkinkan ikut ujian, maka Dispendik akan mengirimkan pengawas ke rumah sakit. Demikian juga bagi siswa yang bermasalah dengan hukum, tetap bisa ikut UN.

Sebab, meski siswa mengalami masalah hukum, hak hak mereka untuk ikut ujian tetap ada. Hanya saja mungkin tempatnya berbeda denga siswa lainnya. Bisa saja dia mengerjakan di kantor polisi atau di dalam sel,” katanya saat ditemui di gedung Sabha Bina praja Pemkab Bondowoso, Jum’at (11/4).

Sementara itu, untuk pengawasan, Dispendik Bondowoso bekerjasama dengan Polres dan menggandeng pihak Universitas Negeri Jember sebagai satuan pengawas tingkat pendidikan dari unsur perguruan tinggi.

“Sampai saat ini persiapan UN telah rampung, tinggal pendistribusian soal ujian ke masing masing sekolah penyelenggara,” pungkasnya.

Sementara itu Naskah Ujian Nasional (UN) 2014 tingkat SMA dan sederajat di Bondowoso mulai didistribusikan ke sub rayon/polsek hari ini (12/4). Pendistribusian diawasi dan dikawal ketat oleh polisi. Selain polisi, Dinas Pendidikan (Dindik) Bondowoso dan tim pengawas juga dilibatkan.

Menurut Petugas piket Polsek Tegalampel, Muhammad Me’on, naskah dibawa ke polsek dan akan menginap selama 2 malam. Di polsek, naskah akan dijaga oleh ketiga unsur itu.

Di Polsek Tegalampel, soal ujian nasional diletakkan di dalam sel tahanan dengan digembok dikunci dengan 3 gembok. Masing-masing kunci gembok dipegang oleh, Dinas Pendiikan, Kapolsek, serta Pengawas. Selain itu, penjagaan juga akan dilakukan dengan pergantian dua sift, yang melibatkan ketiga unsur itu. Karenanya, pihaknya yakin terhadap keamaman penjagaan soal.