Petugas KPPS di Grujugan Aniaya Warga Usai Mencoblos
![]() |
| ilustrasi / republika.co.id |
Tak terima karena jadi sansak hidup petugas KPPS, Hamid pun memilih melaporkannya ke pihak berwajib. Menurut dia, kejadian itu bermula saat ada seorang warga perempuan yang mencoblos di TPS tempat Sukip bertugas. Saat mencoblos itulah diduga pemilih tersebut diarahkan untuk mencoblos caleg dari partai tertentu.
Perempuan tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada keluarganya. Hamid yang mendengar kejadian itu juga ikut ke TPS untuk mendapatkan klarifikasi atas kejadian itu. Namun menurutnya, secara tibatiba, Sukip yang diduga tidak terima langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Hamid.
“Saya dipukul di bagian pipi sebanyak tiga kali,” ujarnya kemarin. Bahkan Hamid yang mengalami cacat fisik ini mengaku sempat terjatuh saat mendapatkan beberapa kali bogem dari pelaku. Mendapatkan serangan spontan itu, korban tak sempat membalas.
Aksi main pukul itu kemudian berhenti setelah sejumlah warga melerai. Tak terima atas kejadian tersebut, korban lalu memilih untuk melaporkan ke kepolisian. Korban berharap, kasus tersebut mendapatkan penanganan serius. “Saya sudah melaporkan kejadian ini ke polisi, saya berharap, kasus pemukulan ini diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kompol Budi S Kabag Ops Polres Bondowoso mengungkapkan, pihaknya akan mendalami laporan dugaan penganiayaan itu. Salah satunya dengan meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi. “Kami masih terus mendalami kasus ini,” ujarnya.
Jawa Pos (11/04/14)
