Petani Kopi Bondowoso Optimistis Bisa Petik Merah

Petani Kopi Bondowoso Optimistis Bisa Petik Merah
lustrasi/JIBI Photo

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Petani kopi yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kopi Indonesia Kabupaten Bondowoso optimistis bisa melakukan petik merah pada panen Mei mendatang.
Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia Kabupaten Bondowoso, Yusriadi, mengatakan keyakinan petani bisa melakukan petik merah tersebut didukung sejumlah faktor.

“Selain cuaca yang berpihak pada tanaman kopi menyusul tercukupinya kebutuhan air karena didukung hujan dalam intensitas yang cukup juga karena adanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim),” kata Yusriadi, Rabu (2/4/2014).

Bantuan peralatan tersebut berupa alat pengolahan primer yang mampu mengolah dari buah kopi hingga menjadi kopi pasar (siap jual). Bantuan peralatan tersebut sangat membantu para petani di Kabupaten Bondowoso yang selama ini terbagi dalam klaster kopi arabika.

Wilayah Bondowoso merupakan wilayah yang menjadi klaster kopi arabika di Jatim. Sedikitnya terdapat 40 kelompok dalam klaster tersebut dimana masing-masing kelompok terdiri dari 25 orang dengan luasan lahan per orang mencari 1-2 hektare.

“Kami prediksikan panen Mei mendatang tidak berbeda jauh dengan kondisi pada 2012 yang per hektare mencapai kisaran 600-800 kg per hektare,” jelas dia.

Saat ini kondisi buah kopi sudah hampir merah. Sehingga pada Mei mendatang petik merah bisa dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan hasil produksi yang berkualitas. Petik merah memang menjadi harapan petani maupun asosiasi tidak terkecuali Asosiasi Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI).

Mengingat selama ini tidak sedikit petani memanen kopi sebelum matang sempurna. Akibatnya kualitas kopi yang dihasilkan hanya asalan. Bila petani melakukan petik merah maka harga kopi akan tetap baik. Karena kopi yang dipetik merah buahnya sudah padat dan kadar airnya sedikit.

Tren harga kopi di pasar global akhir-akhir ini juga cenderung naik dipicu terjadinya kekeringan yang melanda Brasil sebagai salah satu produsen kopi di dunia.

Diperkirakan tren harga kopi dunia akan berlanjut hingga beberapa bulan ke depan. Harga kopi Arabika misalnya saat ini menembus angka US$6.000/ton atau meroket 60%-70% dari periode yang sama tahun lalu.

“Dibandingkan dengan arabika, kopi robusta di wilayah Bondowoso sejauh ini belum terbentuk klaster,” ujarnya.