Mahasiswa Duduki Kampus Unibo

Mahasiswa Duduki Kampus Unibo
Para mahasiswa Unibo kemarin meminta dua kubu yang bertikai untuk islah demi kepentingan mahasiswa

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Mahasiswa Unibo dari berbagai jurusan kemarin tumplek-blek di halaman kampus terbesar di Bondowoso tersebut. Mereka menyuarakan aspirasi agar dua kubu yang sampai saat ini masih eker-ekeran untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan sengketa yang terjadi.

Salah satu yang menjadi poin aspirasi mahasiswa adalah legalitas penyelenggaraan pendidikan. Menurut mereka, sampai saat ini, legalisasi yang diakui oleh Depkumham, Dikti maupun Kopertis ada di kubu Rektor Edy Basuki.

Sayangnya, kubu ini tidak menempati kampus Unibo. Sehingga tidak bisa mengurusi akreditasi yang diperlukan oleh Unibo kubu Rektor Edy.

Di sisi lain, kampus Unibo saat ini masih dikuasai oleh kubu Rektor Agus Heriyanto (dulu rektor Hernanik, Red). Padahal mereka dianggap tidak memiliki legalitas sah, baik dari Depkumham, Dikti maupun Kopertis. Sehingga juga tidak bisa mengajukan akreditasi yang diperlukan.

Untuk itulah, para mahasiswa berharap kedua kubu ini bisa bertemu dan mengelola kampus secara bersama-sama. “Harapan kita, kedua kubu ini jadi satu sehingga bisa fokus mengurus kita mahasiswa ini. Jangan saling berseteru terus,” ujar Prima Agus Darmanto, salah seorang mahasiswa kemarin.

Menurut dia, mahasiswa yang turun kemarin berasal dari kubu Rektor Edy dan kubu rektor Agus Heriyanto. “Kita ingin mensterilkan kampus ini dari kepentingan kedua belah pihak yang bertikai. Kita berharap agar kepentingan mahasiswa ini yang diutamakan,” tambahnya.

Diagendakan, mahasiswa akan mempertemukan kedua belah pihak pada hari ini dengan difasilitasi oleh Polres Bondowoso. Sementara itu, AZ Balok, Ketua Lembaga Penjami Mutu (LPM) dari kubu rektor Agus Heriyanto menjelaskan, kapan pun pihaknya siap menerima kehadiran mahasiswa yang selama ini kuliah di luar kampus atau di kubu rektor Edy Basuki. “Tentunya dengan syarat mereka mengikuti aturan yang berlaku di sini,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya fokus untuk membenahi legalitas yang diperlukan untuk mendapatkan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Dia menjamin, syarat-syarat legalitas itu sudah akan terpenuhi maksimal pada Agustus mendatang. “Sudah menjadi kewajiban kita untuk memenuhi itu,” jelasnya.


Jawa Pos (15/04/2014)