Jerih Payah Relawan Demokrasi Bondowoso Sukseskan Pemilu

Jerih Payah Relawan Demokrasi Bondowoso Sukseskan Pemilu

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Kesungguhan para Relawan Demokrasi (Reldem) Bondowoso dalam mengawal kesuksesan pemilu patut diacungi jempol. Meski tanpa didukung dengan anggaran memadai, para Reldem tetap semangat melakukan sosialisasi.

Selasa siang lalu Iswahyudi, salah seorang Reldem Bondowoso baru datang dari TPS tak jauh dari rumahnya di Desa/Kecamatan Kalianyar. Tak beberapa lama kemudian, datang sejumlah relawan lain. Mereka hendak bagi tugas untuk melakukan pe mantauan tingkat kehadiran masyarakat di TPS-TPS.

Para Reldem tersebut mulai berkum pul sejak akhir Desember 2013. Ada 25 Reldem yang terpilih melalui seleksi KPU Bondowoso. Mereka terbagi dalam lima segmen. Yaitu segmen pemilih perempuan, pemilih pemula, difabel, pemilih pinggiran dan pemilih keagamaan.

Sejak akhir Desember itulah, para relawan ini mulai guyub bekerja. Langkah awal ada sosialisasi terkait dengan tahapan pileg. Kelompok-kelompok itu dibagi. Yang berada di segmen pemula melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Segmen agama sosialisasi ke pengajian, segmen perempuan ke kelompok kemasyarakatan perempuan. Sementara segmen pinggiran banyak melakukan sosialisasi ke kawasan pedesaan dan pegunungan.

Banyak tantangan yang dihadapi ketika para relawan melakukan sosialisasi. Salah satu tantangan terberat ketika harus sosialisasi di pedesaan dan pegunungan di daerah pinggiran Bondowoso. Dibutuhkan persiapan yang lebih ekstra dari biasanya. Mulai dari waktu yang harus dimulai sejak pagi karena perjalanan jauh hingga keandalan transportasi.

“Tantangan lainnya adalah waktu yang panjang ketika harus meninggalkan keluarga. Karena ketika di kawasan pinggiran bisa membutuhkan waktu dari pagi hingga sampai malam,” ujar Iswahyudi, pria yang ditunjuk menjadi koordinator Reldem ini. Selain itu, dibutuhkan biaya yang juga tidak sedikit.

Salah satu contoh ketika para Reldem melakukan sosialisasi di Wonoboyo, Klabang. Dengan menggunakan motor, mereka harus naik turun gunung. “Bahkan salah satu anggota mengalami ban pecah, sehingga sepeda dititipkan di masyarakat karena tidak ada tambal ban,” kenangnya.

Yang tak kalah berat adalah tantangan finansial. Secara individu ada subsidi transportasi Rp 400 ribu per bulan untuk setiap Reldem dari KPU. Namun, biasanya anggaran itu sudah habis ketika melakukan sosialisasi secara individu di awal bulan. Ketika ada momen-momen tertentu, para Reldem kerap kesulitan memenuhi anggaran kegiatan.

Beberapa hari sebelum hari pencoblosan, para Reldem melakukan kegiatan road show sosialisasi dengan menggunakan motor. Rute yang diambil adalah ujung utara Bondowoso sampai ujung selatan. Mulai dari Prajekan sampai Tamanan. Sebelumnya, para Reldem sudah melakukan pengajuan anggaran ke KPU Bondowoso. Mengingat kegiatan tersebut juga menjadi salah satu agenda KPU secara nasional.

Sayangnya, proposal pengajuan anggaran kegiatan itu ditolak oleh kesekretariatan KPU. Namun, dengan dedikasi yang tinggi, para Reldem tetap melakukan kegiatan tersebut. “Karena tanpa didukung anggaran sama sekali. Akhirnya teman-teman bonek. Kita berangkat secara swadaya. Meski banyak dari teman-teman yang akhirnya memilih tidak ikut,” ujarnya.

Dalam sebulan, para Reldem tersebut mendapatkan bayaran sebesar Rp 350 ribu. Meski terbilang kecil, mereka tetap menunjukkan semangat kerja untuk memberikan pengetahuan demokrasi kepada masyarakat. Salah satu yang menjadi perekat para Reldem adalah kebersamaan.

Di sela-sela bekerja untuk sosialisasi, para Reldem memiliki rutinitas untuk saling berbagi dan berkeluh kesah, sesekali mereka juga bersama-sama menghilangkan kepenatan dengan mendatangi objek-objek wisata. Salah satunya seperti mengunjungi air terjun Belawan di Sempol.

Dengan semangat melakukan sosialisasi hingga ke desa dan pegunungan itulah, para Reldem memiliki banyak tambahan pengetahuan tentang demokrasi. Salah satunya masih banyaknya masyarakat di pedesaan yang buta dengan proses pemilihan umum. Bahkan banyak di antara mereka yang tidak mengetahui rekam jejak calon yang akan dipilih.


Jawa Pos (10/04/14)