Dua Kubu Universitas Bondowoso Akhirnya Islah

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Proses akademik di Universitas Bondowoso (Unibo) memasuki babak baru. Setelah sekian lama petinggi lembaga dan yayasan YPGR bertikai, kemarin kedua belah pihak memutuskan untuk islah. Baik kubu Rektor Edy Basuki maupun Rektor Agus Heriyanto bersepakat untuk memproses akreditasi secara bersama-sama.

Proses islah dua kubu yang dimediasi oleh Polres Bondowoso, Asisten I Pemkab dan mahasiswa itu sempat berlangsung alot. Namun proses mediasi akhirnya menemukan titik terang untuk mempercepat turunnya akreditasi. Kedua kubu masing-masing diwakili oleh Rektor Edy Basuki dan Rektor Agus Heriyanto.

Dua Kubu Universitas Bondowoso Akhirnya Islah
Kesepakan dua kubu Universitas Bondowoso / foto FB: Prima Agus Darmanto

Ada empat poin utama yang disepakati dalam mediasi kemarin. Poin pertama, para pihak bersepakat menyelesaikan proses akreditasi Unibo secara bersama-sama sesuai peraturan perundang-undangan. Proses tersebut akan mendapatkan pendampingan langsung dari perwakilan mahasiswa.

Poin kedua, dalam hal visitasi proses akreditasi, para pihak secara bersama-sama memfasilitasi kegiatan akreditasi di kampus Unibo. Poin ketiga, setelah asesor melaksanakan visitasi di Unibo, maka para pihak bersedia untuk melakukan proses kegiatan belajar-mengajar masing-masing.

Dalam poin ke empat, dalam upaya mempercepat proses akreditasi, para pihak sepakat membentuk tim bersama dalam jangka waktu paling lama lima hari. Nota kesepahaman itu Ditan datangani oleh Kapolres Bondowoso, Asisten I Pemkab, Rektor Edy Basuki dan Rektor Agus Heriyanto.

Adanya titik temu antara kedua belah kubu itu disyukuri oleh para mahasiswa. “Tentu dengan adanya kesepakatan awal ini, kita sedikit terpuaskan. Mengingat akreditasi merupakan ruh dari universitas. Kalau sudah diperpanjang, maka proses belajar-mengajar bisa berlangsung tanpa halangan,” ujar Prima Agus Darmanto, salah seorang perwakilan mahasiswa.

Ketika akreditasi itu turun, lanjut dia, mahasiswa tidak lagi khawatir tentang segala produk akademik dari Unibo. Mahasiswa tidak mau ambil pusing siapa yang memimpin Unibo. Yang pasti, yang menjalankan roda akademik di Unibo harus sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

Rektor Edy Basuki menjelaskan, pihaknya menyambut baik dengan adanya proses mediasi yang menghasilkan beberapa kesepakatan tersebut. “Dengan adanya kesepakatan ini, ada waktu dan kesempatan untuk melaksanakan akreditasi. Karena akreditasi ini kan terkait dengan eksistensi lembaga. Lembaga ini harus kita pertahankan untuk terus eksis, tentu semua untuk kepentingan mahasiswa,” pung kasnya kepada Jawa Pos Radar Jember kemarin.

Sebelumnya, A.Z. Balok, ketua Lemba ga Penjamin Mutu (LPM) dari kubu Rektor Agus Heriyanto menjelaskan, kapanpun pihaknya siap menerima kehadiran mahasiswa yang selama ini kuliah di luar kampus atau di kubu Rektor Edy Basuki. “Tentunya dengan syarat mereka mengikuti aturan yang berlaku di sini,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya fokus untuk membenahi legalitas yang diperlukan untuk mendapatkan akreditasi dari BAN PT. Dia menjamin, syarat-syarat legalitas itu sudah akan terpenuhi maksimal pada Agustus mendatang. “Sudah menjadi kewajiban kita untuk memenuhi itu,” jelasnya.


(Jawa Pos 16/04/2014)