Santriwati Korban Ustad Cabul Masih Trauma
![]() |
| trauma (foto: blogbuletin) |
”Saya ketakutan hingga saat ini. Apalagi, perbuatan yang dilakukan kiai sudah lama dan bertahun-tahun,” ungkap salah seorang santriwati, Sabtu kemarin (15/2). Upaya hipnotis itu juga ada pada orang tua dan paman korban, lalu menghipnotis anak-anak bawah umur hingga tidak sadar, lalu menyetubuhinya.
Namun karena ada seorang korban yang masih berumur belasan tahun yang bercerita kepada orang tuanya, hingga membuat orang tua korban naik pitam. Dan, melaporkan ke jadian itu ke Polsek Prajekan. Ternyata, membuat para korban lainnya memiliki keberanian untuk menceritakan aib yang menimpa diri mereka ke orang tua masing-masing.
Meski pada awalnya anak-anak itu tidak mengerti tentang aksi bejat kiai itu. “Setelah bertambah umur, saya akhirnya tahu jika perbuatan itu termasuk perbuatan mesum dan merusak masa depan saya dan para korban lainnya,” katanya.
Bahkan ada korban yang digauli sejak kecil hingga korban itu keluar atau lulus Madrasah Aliyah (MA) di ponpes itu. ”Kami semua adalah korban nafsu bejat kiai. Kami ingin, kiai ini dihukum seberat-beratnya,” katanya.
Saat tim melihat kondisi tujuh korban saat diperiksa penyidik Polres Bondowoso, tampak mereka lugu dan usianya sekitar 10 tahunan itu. Dari raut wajahnya mereka tampak ketakutan sekali. ”Kalau polisi tidak bisa menangkap kiai bejat ini, para orang tua korban akan bertindak sendiri. Kami akan mencari kiai bejat itu sampai ketemu,” terang salah seorang orang tua korban.
Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Mulyono mengatakan pihaknya sudah mencari keberadaan kiai tersebut. Bahkan, polisi mendatangi sebuah ponpes di Situbondo untuk menangkap pelaku. “Namun, pelakunya ini tidak ada di ponpes itu. Tetapi, jika pelaku ada di ponpes itu maka pihak ponpes akan menyerahkan pelaku ke polisi,” katanya.
Jawa Pos (16/02/14)
