Polisi Selidiki Proyek PNPM di Tamanan
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Dugaan penyimpangan pelaksanaan proyek pembangunan TK PGRI 2 Tamanan yang dilakukan dengan anggaran PNPM Mandiri menjadi perhatian polisi. Bahkan sejumlah pelaksana PNPM di Desa Tamanan sudah dimintai keterangan oleh penyidik tipikor Polres Bondowoso.
Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Mulyono membenarkan adanya penyelidikan terhadap proyek PNPM di Tamanan tersebut. “Kami masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan dan pengumpulan data. Jadi masih penyelidikan,” ujarnya kemarin. Menurutnya, penyelidikan di lakukan setelah pihaknya mendapatkan tembusan laporan bahwa untuk mendapatkan proyek dari PNPM tersebut, pengelola lembaga harus menyetorkan uang senilai Rp 3 juta. Dari situlah, pihaknya kemudian memanggil sejumlah pelaksana PNPM, pelapor dan pengurus lembaga penerima program.
Kendati begitu, lanjut dia, pihaknya tidak berhenti hanya menyelidiki terkait uang ‘setoran’ di awal tersebut. Namun terkait dengan pelaksanaan proyeknya sendiri juga dilakukan penyelidikan. “Apakah dalam pelaksanaan proyeknya ada pelanggaran atau tidak nanti kita lihat,” ujarnya.
Untuk itulah, sampai saat ini pihaknya masih belum memastikan apakah ada pelanggaran dan kerugian Negara dalam proyek tersebut. “Untuk mengarah ke tindak pidana korupsinya, tentu kita masih butuh waktu untuk terus melakukan penyelidikan,” tukasnya.
Sementara itu, ketua BPD Tamanan menjelaskan, sebelum program itu turun, pelaksana PNPM memang sempat meminta uang sebesar Rp 3 juta. “Kami diminta membayar Rp 3 juta agar proyeknya lolos,” ungkapnya. Permintaan itu dipenuhi oleh pengurus lembaga.
Uang senilai Rp 3 juta tersebut dibayar pada awal 2013. Setelah sempat terkatung-katung, proyek pembangunan untuk TK tersebut akhirnya memang turun senilai Rp 150 juta. Namun dalam pelaksanaannya diduga ada penyimpangan. Setelah dilaporkan, pihak lembaga akhirnya mendapat pengembalian uang senilai Rp 3 juta kembali pada pertengahan pekan lalu.
“Untuk uang senilai Rp 3 juta itu memang sudah dikembalikan. Namun terkait dengan pelaksanaan proyeknya sendiri, kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian,” katanya.
Jawa Pos (25/02/14)
