Petani Lombok Kulon Wonosari Genjot Produksi Beras Organik
| PPL dari Dinas Pertanian meninjau Lahan Pertanian Organik di Lombok Kulon. Para petani optimistis hasil panenannya tahun ini akan meningkat. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Para petani padi organik di kawasan Lombok Kulon, Wonosari, sempat kelimpungan akibat serangan hama tikus dan wereng beberapa waktu. Namun setelah hama teratasi, petani optimistis produksi padi organik murni mereka bisa meningkat pada musim tanam ini karena juga didukung dengan cuaca yang mulai membaik.
Mulyono, kepala Poktan Tani Mandiri I Lombok Kulon menjelaskan, serangan hama terutama tikus memang membuat mereka melakukan berbagai cara untuk menanganinya. “Bahkan petani melakukan pengendalian hama secara masal. Setelah lima kali aplikasi, serangan hama bisa teratasi,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, saat ini, di desanya ada 25 hektare lahan yang menggunakan pengelolaan secara organik murni. Namun seperti diketahui, pada 2013 lalu hanya sekitar 10,3 hektare lahan yang sudah lolos sertifikasi organik dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (Lessos). Dari 10,3 hektare lahan tersebut, lanjut Mulyono, rata-rata tingkat produksi per hektare berkisar lima ton gabah kering. Sehingga total sekitar 50 ton gabah yang sudah lolos sertifikasi organik.
Pada musim tanam ini, petani menargetkan jumlah produksi padi organik bisa meningkat. Harapannya 25 hektare lahan yang sudah ditanami secara organik itu bisa lolos sertifikasi organic dari Lessos. “Mudah-mudahan pada tahun ini semua lahan itu sudah lolos sertifikasi,” ungkapnya. Dengan demikian, maka jumlah produksi padi organik dari Bondowoso akan meningkat tajam.
Dia juga memprediksi, pada musim tanam ini produktivitas tanaman padi organik yang dikembangkan di desanya akan bagus. Hal itu karena didukung dengan cuaca yang bersahabat. “Intensitas curah hujan sudah tidak terlalu tinggi,” kataya.
Jawa Pos (24/02/14)