Banyak Sekolah di Bondowoso Belum Penuhi SPM

Banyak Sekolah di Bondowoso Belum Penuhi SPM

BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET – Banyak sekolah yang sejauh ini masih belum memiliki Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk penyelenggaraan pendidikan. Dari 27 indikator yang ada untuk SPM, tak banyak sekolah yang bisa memenuhinya. Hal itu menjadi persoalan serius mengingat juga akan berpengaruh terhadap out put yang dihasilkan.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh, Sugeng Subagir, Konsultan Pendidikan USAID. Tingkatan sekolah yang belum memenuhi SPM tersebut sebagian besar terjadi di SD/MI dan SMP/MTs. Salah satu indikator yang banyak tidak dipenuhi adalah kualifikasi pengajar.

Untuk SD/MI misalnya, minimal harus tersedia dua guru yang memenuhi kualifikasi S1. Sementara dua orang guru lainnya harus memiliki sertifikasi pendidik. Sementara untuk lembaga pendidikan setingkat SMP/MTs idealnya tersedia guru dengan kualifikasi S-1 atau D-IV sebanyak 70 persen. Dan 35 persen dari keseluruhan guru telah memiliki sertifikat pendidik, namun sejauh ini banyak yang belum memenuhi standardisasi tersebut.

Hal itu menurutnya menjadi pekerjaan rumah dari setiap sekolah dalam menerapkan standar pelayanan minimal. Para guru juga harus terus melakukan usaha peningkatan kualitas profesionalisme.

Selain itu, kata Sugeng, terkait ketersedian buku yang sesuai dengan standar pelayanan minimal, idealnya setiap SD/MI menyediakan buku teks yang sudah ditetapkan kelayakannya oleh pemerintah. Mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, pada setiap peserta didik.

Namun ada beberapa temuan fakta di lapangan yang menunjukkan keterbatasan buku. Misalnya satu buku digunakan untuk tiga anak didik. “Parahnya lagi sekolah yang lokasinya di pedesaan malah satu buku untuk lima anak didik,” ungkapnya.


Jawa Pos (18/02/14)