Aktivitas Haris Son Haji Pasca Tak Jadi Wakil Bupati Bondowoso
InfoBondowoso.NET - Setelah tidak lagi menjabat Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso, Haris Son Haji, ST, MM memilih fokus mengurusi ternak sapi yang dikelolanya. Dia menggeluti ternak sapi di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang.
Ditemui di sebuah kandang peternakan, Haris Son Haji yang saat itu bersama para karyawannya, tampak berbincang-bincang. Isi pembi caraan terkait masalah kesehatan sapi, penggemukan sapi, dan pema sarannya. Apalagi saat ini, harga sapi tengah melambung tinggi. Selain itu, permintaan sapi terus meningkat.
”Saya ingin sapi yang akan dijual harus benar-benar sapi yang memiliki bobot besar. Sapi itu harus sehat baik secara fisik maupun psikis,” ungkap Haris Son Haji yang saat ini masih aktif sebagai PNS Pemkab Bondowoso itu.
Dia selalu mengajak rekan-rekan sesama peternak sapi untuk saling tukar informasi terkait budi daya sapi dan penjualannya. ”Saya tidak ingin mengecewakan konsumen. Meski harga sapi sudah deal dengan pembeli, kondisi sapi yang dijual harus benar-benar sehat. Apalagi, daging sapinya nanti dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Haris mengaku cukup bangga dengan Kabupaten Bondowoso. Apalagi, kabupaten berjuluk Kota Tape itu menjadi sentra sapi. “Sebagian besar warganya suka atau hobi beternak atau melakukan budi daya sapi,” ungkapnya. Haris seringkali mengundang para peternak sapi Bondowoso untuk datang ke rumahnya di Desa Koncer Kidul, Kecamatan Tenggarang.
”Dengan berkomunikasi dengan sesama peternak, pemikiran kita semakin terbuka. Bahkan, seringkali terjadi transaksi jual beli sapi saat berkomunikasi di rumah saya ini,” ujarnya.
Tidak heran, jika dia kerap kali memanggil koleganya sesama peternak. Bahkan, para pedagang sapi di Bondowoso, seringkali berkunjung ke rumahnya. Ternyata, baik Haris Son Haji maupun para koleganya, mampu memenuhi kebutuhan sapi konsumen di luar Bondowoso.
”Saya dan beberapa pedagang sapi yang merupakan teman-teman saya sendiri. Secara rutin mengirim sapi ke daerah Tasikmalaya Jawa Barat,” katanya. Ini mengingat, Tasikmalaya membutuhkan banyak sekali sapi dari Bondowoso. ”Setiap minggunya, saya bisa mengirim sapi sedikitnya 10 ekor sapi ke Tasikmalaya. Saya juga mengirim sapi ke pasar-pasar hewan lainnya di beberapa kota. Inilah yang saya lakukan saat ini,” terangnya.
Haris Son Haji tidak segan-segan turun ke desa-desa di Bondowoso untuk membeli sapi anakan (pedet). Juga membeli sapi dewasa ke pasar-pasar hewan di Bondowoso. ”Sapi itu dibesarkan di peternakan saya. Lalu, setelah gemuk dan besar, sapi itu akan saya jual lagi ke luar kota,” katanya.
Haris Son Haji menambahkan bisnis di sektor peternakan sapi, prospeknya atau keuntungan ekonominya sangat besar. Apalagi, Indonesia sangat membutuhkan sapi dan daging sapi. ”Daripada membeli sapi impor, lebih baik saya dan peternak lainnya di Bondowoso memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Meski, skalanya masih kecil, tetapi jika bisnis ini ditekuni para peternak Bondowoso, bukan tidak mungkin Bondowoso mampu menjawab tantangan kekurangan sapi yang saat ini menjadi problem bangsa ini,” katanya.
Oleh sebab itu, Haris Son Haji mengajak warga Bondowoso untuk aktif di lembaganya atau sekolah lapang yang baru dibentuknya bernama P4S (Pusat Pelatihan Pendidikan Peternakan Swadaya). ”Kami melibatkan para pakar ternak untuk mengajari warga Bondowoso yang ingin menjadi peternak. Sehingga Bondowoso memiliki peternak yang punya skill yang siap menjawab tantangan kekurangan sapi,” katanya.
Dalam P4S itu, Haris Son Haji tidak menarik biaya kepada orang yang mau belajar. ”Kami sangat membutuhkan mereka untuk saling belajar dan bertukar pengetahuan,” katanya. Selain itu, Haris saat musim ternak tiba, petani wajib menyimpan rumput dan di fermentasi. “Kelak saat musim kemarau, pakan ternak yang sudah difermentasi bisa digunakan sebagai pakan ternak. Itu biayanya sangat murah sekali,” katanya. Saat ini, Haris memiliki sekitar 50 ekor sapi jenis limosin yang saat ini dipelihara dalam sebuah kandang komunal di area seluas 5 ribu meter persegi.
Jawa Pos (16/02/14)