Kopi Bondowoso, Motramed Puslitkoka Yang Tersukses
![]() |
| Foto: inagurasi.com |
Menurut Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso, Suhardjo, kopi di Bondowoso sudah lama dikenal dunia sebagai Java coffee yang dihasilkan PTPN XII. ”Sekarang sedang kita digarap Java coffee yang asalnya dari petani,” katanya.
Tahun 2010 Dishutbun berkerjasama dengan BI (Bank Indonesia) Jember dan Puslitkoka melakukan kajian-kajian pemetaan kopi rakyat dan akhirnya disimpulkan cara mengatasi masalah adalah dengan penguatan kelembagaan kopi rakyat.
Awal tahun 2011 konsep ini mulai diterapkan dengan pembentukan kluster kopi rakyat. Kluster di garap bukan mulai dari budidaya tetapi langsung ke pasca panen karena perkebunan kopi rakyat sudah ada, tinggal pasca panen belum optimal.
Pertama kali dibentuk ada 5 kluster di Kecamatan Sumber Wringin. Dengan dana CSR Bank Indonesia setiap kluster dilengkapi dengan UPH (Unit Pengolahan hasil ) kopi. Kerjasama dilaksanakan oleh 7 pihak yaitu Pemkab Bondowoso, BI Jember, Puslitkoka, Bank Jatim, Perum Perhutani, PT Indokom Citra Persada dan Asosiasi Petani Kopi Indonesia Bondowoso.
Perum Perhutani termasuk dalam pihak yang bekerjasama karena 90% tanaman kopi di tanam dikawasan hutan milik Perhutani. Masyarakat menggarap dengan sistim bagi hasil yaitu 1/3 untuk Perum Perhutani dan 2/3 untuk petani.(MEDBUN 119)
