BPBD Bondowoso Pasang Alat Deteksi Longsor

BPBD Kab. Bondowoso (Foto: Twitter @BPBDBondowoso)


BONDOWOSO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, memasang alat pendeteksi longsor di daerah rawan terjadinya bencana tersebut. Pemasangan difokuskan di tiga desa di kecamatan berbeda.

Pemasangan alat bernama Extensometer tersebut dilakukan di Desa Banyuwuluh Kecamatan Waringin, Desa Kupang Kecamatan Pakem, dan Desa Kembangan Kecamatan Bondowoso.

Alat tersebut akan bekerja jika ada retakan serta pergeseran bumi. Jarak pendeteksiannya pun cukup jauh, yakni di radius 200 meter dari tempat alat dipasang. Bila ada pergerakan di area terjangkau, alat langsung mengeluarkan bunyi (sirene).

“Suara sirine diprogram dengan tiga suara kenyaringan. Semakin keras pergerakan, maka semakin keras pula suara yang dikeluarkan dari sirine,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bondowoso, Syafi’i di lokasi, Senin (2/12/2013).

Sebenarnya ada 15 desa yang rawan longsor di kabupaten tersebut, namun pemasangan alat deteksi diprioritaskan di kawasan yang dekat dengan pemukiman warga. Diharapkan dengan keberadaan alat itu warga dapat lebih waspada.

Alat pendeteksi tanah longsor itu merupakan hibah dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur tahun ini. Kabupaten Bondowoso mendapatkan tiga unit.