Masyarakat Bondowoso Diminta Hindari Bujuk Rayu Calo TKI yang Tak Masuk Akal

     Teguh Hendro Cahyono: Direktur Mediasi dan Advokasi BNP2TKI


Semarak TKI 2013
Masyarakat Diminta Hindari Bujuk Rayu yang Tak Masuk Akal

Bondowoso, BNP2TKI, Sabtu (16/11) - Masyarakat Bondowoso, Jatim, diharapkan mengikuti petunjuk dan anjuran pemerintah bila ingin menjadi tenaga kerja di luar negeri. Demikian salah satu topik yang disampaikan dalam Semarak TKI 2013 di Lapangan Desa Sekar Putih Kecamatan Tegal Ampel Kabupaten Bondowoso, Jumat (15/11) malam.

Hadir dalam sosialisasi melalui kesenian tradisional bertema Bersama TKI Membangun Negeri ini Direktur Mediasi dan Advokasi BNP2TKI Teguh Hendro Cahyono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bondowoso Wawan Setiawan, Anggota DPR RI Komisi IX Nur Suhud dan aparat pemerintahan Kabupaten Bondowoso.

Teguh Hendro Cahyono yang mewakili Kepala BNP2TKI menyatakan, banyak musibah terjadi pada TKI di luar negeri terjadi karena masyarakat terbujuk calo atau sponsor dan calon TKI berangkat tanpa persiapan. "Banyak calo mengiming-imingi calon TKI dengan janji yang tidak masuk akal, ini sering membuat orang tergiur berangkat ke luar negeri tanpa persiapan, akibatnya mereka menjadi korban trafficking dan musibah lainnya," katanya

Teguh juga mengungkapkan banyak sekali TKI berangkat dengan dokumen palsu seperti pemalsuan umur. Syarat menjadi harus berumur 21 Tahun untuk TKI PLRT, tapi karena tergiur dengan janji janji indah calon TKI berani memalsukan umur agar bisa berangkat ke luar negeri. "Padahal akibat dari semua itu resiko akan ditanggung TKI sendiri", tegasnya.

Ia meminta masyarakat khsususnya warga Bondowoso untuk menolak ajakan dan bujukan calo yang menyesatkan, karena syarat dan prosedur menjadi TKI sebenarnyatidak susah dan diatur agar memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Teguh juga menegaskan tujuan menjadi TKI adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, oleh karena itu keamanan dan perlindungan menjadi penting bagi TKI. Pemerintah melalui BNP2TKI dan Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten/Kota sudah mengeluarkan aturan untuk melindungi TKI. "Inilah tempat yang tepat bagi calon TKI dan keluarga TKI bertanya jika menghadapi masalah".

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bondowoso Wawan Setiawan menyambut baik kegiatan sosialisasii penempatan dan perlindungan TKI di Kabupaten Bondowoso. Kegiatan sosialisasi sangat diperlukan untuk membangun persepsi tentang penempatan TKI yang benar sesuai Undang undang dan peraturan pemerintah.

Selama kurun waktu 2013 penempatan TKI dari Kabupaten Bondowoso mencapai 167 orang, dengan penempatan terbesar di Malaysia 137 orang, Uni Emirat Arab 13 orang, Taiwan 9 orang, Hongkong 6 orang, Oman 1 orang, Singapura 1 orang dan 3 orang peserta magang di Jepang.

Semarak TKI melalui Pagelaran Seni Tradisional merupakan salah satu program BNP2TKI yang berlangsung di 49 kota/kabupaten dalam akhir tahun 2013. Di Bondowoso pagelaran berlangsung semarak menampilkan kesenian musik Campursari dengan penyanyi Wiwik Sagita si Buka Titik Joss dan Chandra Jamil