Gerebek Tumpeng Sambut Tahun Baru Islam
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1435 H yang jatuh pada Selasa (5/11), Pemkab Bondowoso menggelar Festival Muharam yang dipusatkan di Alun Alun Bondowoso, dari 4 hingga 16 November mendatang. Dalam pembukaan acara itu, diawali dengan karnaval gerebek tumpeng yang diusung oleh para pelajar se-Bondowoso.
Selain itu, utusan defile dari Kabupaten Jember, Banyuwangi dan Probolinggo, menampilkan keunikan kostum dan budaya lokal. Tak ayal, acara gerebek tumpeng menyambut 1 Muharam, menjadi perhatian masyarakat Bondowoso. Karena, peserta defile berjalan dari depan pendopo bupati menyusuri jalanan protokol di jantung kota Bondowoso.
Bupati Amin Said Husni kepada Duta menjelaskan festival Muharam adalah agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun baru Islam. ”Bahkan, festival muharam ini dilaksanakan sejak saat pertama saya menjabat sebagai bupati Bondowoso,” ungkapnya.
Sedangkan, pesan yang disampaikan ke masyarakat luas tahun baru Islam diperingati sebagai tonggak untuk melakukan evaluasi dari tahun sebelumnya menuju perbaikan di masa yang akan datang. “bagi pemerintah tentu menjadi evaluasi untuk peningkatan kinerja dan pelayanan pada masyarakat,” katanya.
Dalam acara selama dua pecan ini menurut Amin Said, pihaknya juga mengakomodir semua potensi dan prestasi yang dicapai setiap warga Bondowoso, bahkan ada berapa Kabupaten seperti Sidoarjo, Jember, Probolinggo dan Situbondo ikut memerkan produk unggulannya. ”Kami mengadakan pameran yang diisi dengan produk-produk karya warga Bondowoso. Jadi, kita wajib bangga dengan prestasi warga Bondowoso,” katanya.
Sementara itu, saat Duta melihat lokasi pameran yang dipusatkan di Alun Alun Bondowoso, banyak SKPD, Polres, Kodim, Yonif 514 dan pelaku UMKM yang andil dalam ajang pameran itu. “Polres juga mendirikan stan di acara ini. Kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang tertib berlalu lintas dan lainnya selama di stand pameran ini,” ungkap kapolres AKBP Sabilul Alif.
Selain itu, Yonif 514 juga ikut meramaikan acara pameran dengan menampilkan berbagai kegiatan Yonif 514. Bahkan, puluhan pelaku UMKM juga menampilkan berbagai produk yang dihasilkan mereka, seperti perajin kuningan, perajin dari bambu dan kayu, serta berbagai produk lainnya.
Selain itu, utusan defile dari Kabupaten Jember, Banyuwangi dan Probolinggo, menampilkan keunikan kostum dan budaya lokal. Tak ayal, acara gerebek tumpeng menyambut 1 Muharam, menjadi perhatian masyarakat Bondowoso. Karena, peserta defile berjalan dari depan pendopo bupati menyusuri jalanan protokol di jantung kota Bondowoso.
Bupati Amin Said Husni kepada Duta menjelaskan festival Muharam adalah agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun baru Islam. ”Bahkan, festival muharam ini dilaksanakan sejak saat pertama saya menjabat sebagai bupati Bondowoso,” ungkapnya.
Sedangkan, pesan yang disampaikan ke masyarakat luas tahun baru Islam diperingati sebagai tonggak untuk melakukan evaluasi dari tahun sebelumnya menuju perbaikan di masa yang akan datang. “bagi pemerintah tentu menjadi evaluasi untuk peningkatan kinerja dan pelayanan pada masyarakat,” katanya.
Dalam acara selama dua pecan ini menurut Amin Said, pihaknya juga mengakomodir semua potensi dan prestasi yang dicapai setiap warga Bondowoso, bahkan ada berapa Kabupaten seperti Sidoarjo, Jember, Probolinggo dan Situbondo ikut memerkan produk unggulannya. ”Kami mengadakan pameran yang diisi dengan produk-produk karya warga Bondowoso. Jadi, kita wajib bangga dengan prestasi warga Bondowoso,” katanya.
Sementara itu, saat Duta melihat lokasi pameran yang dipusatkan di Alun Alun Bondowoso, banyak SKPD, Polres, Kodim, Yonif 514 dan pelaku UMKM yang andil dalam ajang pameran itu. “Polres juga mendirikan stan di acara ini. Kami memberikan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang tertib berlalu lintas dan lainnya selama di stand pameran ini,” ungkap kapolres AKBP Sabilul Alif.
Selain itu, Yonif 514 juga ikut meramaikan acara pameran dengan menampilkan berbagai kegiatan Yonif 514. Bahkan, puluhan pelaku UMKM juga menampilkan berbagai produk yang dihasilkan mereka, seperti perajin kuningan, perajin dari bambu dan kayu, serta berbagai produk lainnya.