Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso melakukan pertemuan sosialisasi Asuransi Kesehatan Nasional (JKN)
![]() |
| Foto: aiphss.org |
Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 80 peserta yang mewakili para pemimpin dan staf dalam kantor kesehatan kabupaten, direktur rumah sakit, organisasi profesi, kepala Puskesmas di seluruh Bondowoso, kantor Bappeda, dan militer & rumah sakit polisi di kabupaten. Kepala bertindak Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, dr. Muhammad Imron, M.Mkes dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi bertujuan untuk mempersiapkan dan mendukung pelaksanaan JKN pada Januari 2014, dan sebagai rangkaian persiapan PT Askes untuk diubah menjadi Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Kami berharap sosialisasi inisial dapat memperluas Wawasan Tenaga Kesehatan di Bondowoso terkait di masa mendatang SISTEM BPJS, Yang tentunya semakin meningkatkan layanan prima 'masyarakat Dalam, mendapatkan layanan Kesehatan," (Kami berharap sosialisasi ini bisa memperbesar persepsi tenaga kesehatan di Bondowoso tentang sistem BPJS, yang akan lebih meningkatkan pelayanan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan), katanya. Di masa depan, ia menambahkan, masih ada beberapa tantangan yang harus ditangani oleh Puskesmas segera, seperti Puskesmas di Botolinggo yang tidak memiliki dokter umum, dokter keluarga yang tidak sebanding dengan jumlah peserta, kurangnya pelaksanaan dan petunjuk teknis dari tingkat pusat. Dengan demikian, itu adalah diharapkan bahwa Puskesmas dan rumah sakit bisa menerapkan pelayanan prima dan operasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sosial dan Budaya, Kabupaten Bondowoso, Ida Susanti, SH menegaskan bahwa verifikasi jumlah peserta diminta untuk menghindari data membingungkan, karena dia mengatakan bahwa Kabupaten Bondowoso masih mengacu pada data 2008 Regional Asuransi Kesehatan (Jamkesda), di mana anggaran daerah (APBD) yang dialokasikan sekitar lima miliar rupiah per tahun dengan tarif premi sebesar Rp 19.925 per orang. Melalui verifikasi, rencana pemerintah untuk menerapkan JKN awal tahun 2014 akan memberikan target yang lebih jelas, perubahan dan manfaat bagi masyarakat.
Pertemuan sosialisasi JKN berakhir pukul 12.30 waktu setempat setelah sesi tanya jawab antara peserta dan Kepala PT Askes (Persero) kantor cabang Banyuwangi, Adi Sunarno, Apt. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta terkait dengan: tarif kapitasi di setiap Puskesmas, pengobatan untuk asuransi kesehatan dan peserta asuransi non-kesehatan, sejauh mana mekanisme dan kesiapan bidan dalam mengembangkan jaringan dengan fasilitas perawatan kesehatan primer di wilayah ini serta keberadaan laboratorium dan farmasi, dan peran rumah sakit swasta di wilayah tersebut.
Sumber
