Kelompok tani “Karya Tani” desa Karang Melok, Kec. Tamanan, Secara swadaya membuat pupuk organik
![]() |
| Sawah, ilustrasi |
Sekitar 30 petani di desa Karang Melok Kecamatan Tamanan yang tergabung dalam kelompok tani bernama “Karya Tani” mendirikan pabrik pupuk organik berbahan kotoran sapi secara Swadaya. Mereka membuat pabrik pupuk itu untuk mencukupi kebutuhan sendiri setelah menghentikan penggunaan pupuk kimia. Dengan adanya pabrik pupuk buatan sendiri, para petani merasa tenang dan tidak kesulitan mencari pupuk dan racun pengganggu tanaman. Pabrik karya tani mampu memproduksi 2,5 ton pupuk organik perhari. Pupuk sebanyak ini mampu mencukupi kebutuhan area lahan sawah seluas 2,5 hektar. Petani yang belum tercukupi kebutuhan pupuk organik dari pabrik itu mendirikan pabrik secara perseorangan di sekitar rumah atau ladang.
Pabrik ini berisi sapi yang dikandangkan, dan tempat fermentasi pupuk organik. Pabrik dirasa sangat besar manfaatnya, selain mencukupi kebutuhan pupuk, pabrik itu sekaligus sebagai tempat belajar petani. Setiap pertemuan petani bertukar pikiran bagaimana menciptakan pupuk yang bagus. Untuk membuat pupuk organik, kotoran sapi tersebut sebelumnya dibiarkan selama 15 hari, setelah dibiarkan selama 15 hari, pupuk organik biasanya telah matang dengan warna pupuk coklat kehitaman bertekstur remah dan tidak berbau. Langkah berikutnya, pupuk diayak atau disaring hingga halus.
Proses diayak tersebut juga bertujuan untuk mendapatkan bentuk yang seragam serta memisahkan dari bahan yang tidak diharapkan seperti batu, potongan kayu, tali rafia dan lain – lain. Setelah menjadi halus, pupuk kemudian di masukkan ke alat granulator. Dalam alat granulator, pupuk dari kotoran sapi di campur bahan lain seperti dolumik dan kalsium. Setelah campuran selesai, proses terakhir yaitu pupuk dikeringkan selama satu minggu untuk menghasilkan pupuk organik berkualitas. Dalam proses pembuatan pupuk organik , para petani mendapat bimbingan beberapa dosen dari politeknik negeri jember.
Diharapkan, pembuatan pupuk organik dapat disosialisasikan oleh pemerintah setempat melalui dinas pertanian Bondowoso agar masyarakat mudah memahami dan memanfaatkan pupuk organik dari bahan kotoran sapi sebagai bahan organik untuk lahan sawah.
Sumber: warta-jatim.com
