Diah Ayu Anggraini Motivator Muda Bondowoso

Diah Ayu Anggraini Motivator Muda Bondowoso
Diah Ayu Anggraini
Gadis mungil bernama lengkap Diah Ayu Anggraini itu tersenyum ramah dan tampak bersemangat sekali. Padahal ia baru saja menempuh perjalanan lebih dari 9 jam dari Bondowoso menuju Jakarta.

Diah menjadi salah satu narasumber dalam forum diskusi yang diselenggarakan Yayasan Kampung Halaman tanggal 23 Februari lalu di Dia.Lo.Gue Artspace bertema “63 Juta Anak Muda, Guru Kita”.

Diah yang masih bersekolah di SMPN 7 Bondowoso ini menjelaskan dengan baik soal kondisi yang dialami teman-temannya di Bondowoso yang banyak menjadi korban pernikahan dini. Menurut Diah, kasus pernikahan dini yang banyak dialami siswa-siswi yang masih duduk di bangku SMP disebabkan karena faktor orangtua. “Pola pikir tradisional mereka yang menganggap pendidikan tidak penting. Yang penting bekerja,” tegas Diah.

Selain itu, Diah juga menjelaskan bahwa tingkat pendidikan orang tua yang rendah, bahkan banyak orang tua yang tidak lulus sekolah membuat kondisi itu semakin parah.

Bahkan di Bondowoso ada jargon yang bunyinya cukup mengejutkan “Lebih baik menjadi janda muda daripada jadi perawan tua” sehingga pada akhirnya banyak perempuan akhirnya menyetujui jika dipaksa menikah muda.

Romo Baskoro menanggapi cerita Diah dengan memaparkan bahwa di Indonesia ada tiga masalah utama menyoal pendidikan yaitu kurangnya guru, rendahnya kualitas guru dan penyebaran guru yang tidak merata. Beliau menegaskan bahwa apabila memang isu pernikahan dini menjadi masalah nasional, sebaiknya ada usaha khususnya di Jawa Timur untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih besar kepada anak-anak disana.

Pak Uki dari BKKBN juga menanggapi cerita Diah dengan mengungkapkan survey demografi tahun 2013 yang menyebutkan bahwa dari 15-19 thn remaja perempuan, 10% diantaranya pernah melahirkn/mengandung anak pertama. Dari 100 anak, 25nya sudah menjadi ibu-ibu.

Diah menutup diskusi dengan mengatakan “Saya pengen warga di Indonesia khususnya Bondowoso, ortu jangan mementingkan ego kalian. Perhatikan anak. Jangan menikahkan anak dengan juragan, tapi belajarlah dari si juragan yang bisa meningkatkan taraf ekonominya,”. Wow! Untuk Diah dari Bondowoso yang bercita-cita ingin menjadi penulis dan motivator.


Sumber

Social media
Twitter: @bungsuibu