M. Zaky: Semangat Berprestasi

M. Zaki.
Namanya M. Zaki, kini boleh saja yang terbaik di kelas balap 110cc Pemula Standar (MP6) secara Nasional maupun di tingkat balap Yamaha Cup Race (YCR). Kita coba tengok kebelakang di masa-masa merintisnya. Mengumpulkan uang recehan yang disumbangkan teman-temannya hingga jual ini-itu dilakukan Zaki untuk bisa meneruskan karir balap hingga kini.

Gelar yang diperoleh Zaki semakin lengkap saja ditambah juara umum di kelas Jupiter MX Nasional dan beberapa kejuaraan tingkat Kejurda (Kejuaraan Daerah) lainnya. Pemuda asal Bondowoso ini, Meski umurnya muda, Zaki tetap menjadikan kenangan merintisnya di dunia balap sebagai acuan dirinya untuk tetap rendah hati. Ujar Zaki, saya mendapatkan semua ini karena do’a semua, kata siswa alumni dari Madrasah Aliyah (setingkat SMU) Daarul Falah, Bondowoso, Jatim.

Feel Zaki di dunia balap mulai muncul ketika Bapaknya mengajaknya menonton kejuaraan YCR di daerah Bondowoso. ”Saat itu umur saya 10 tahun, kemudian Bapak menawarkan Zaki berani tidak jadi pembalap? Saya jawab saja, berani, Pak! Tapi kemudian bapak malah agak ragu-ragu. Saya nggak nyerah, saya tanya-tanya terus sampai Bapak akhirnya mengizinkan saya membalap” jelas Putra dari pasangan Agus Subiyanto dan Tri Weni Legiastuti ini.

Komitmen Pak Agus menjawab permintaan anaknya bukan hanya omongan saja. Pada satu kesempatan Pak Agus membuat motor untuk road race anaknya, dan sebagai uji coba pertama Zaki adalah Kejurda di Sitobondo, Jatim. Hasilnya? Karena baru tahu penggunaan kopling apalagi tahunya beberapa hari sebelum laga di mulai, Zaki hanya memperoleh prestasi buncit alias tim penggembira saja di urutan belakang. ”Saya tahu penggunaan kopling tiga hari sebelum road race. Memasuki start dari urutan ketiga, terus turun hingga di rombongan belakang” terang Zaki.

Pengalaman itu tidak membuat Zaki patah semangat, pantang menyerah, justru membuat Zaki penasaran dan ingin mencoba terus. Pada satu kesempatan, saudaranya ada yang memberi tahunya, untuk mencoba dulu latihan Motocross sebagai latihan fisik sebelum benar-benar turun di kelas road race. ”Setelah itu saya latihan Motocross. Dua hari latihan, satu hari libur selama tiga bulan” terangnya. ”Nah, nga lama kemudian ada Kejurda di Bondowoso. Alhamdulillah setelah itu prestasi saya terus naik hingga masuk lima besar pembalap terbaik di wilayah Karasidenan Besuki, Jatim".

Dipinang Tim Besar

Skill Zaki memang luar biasa. Sebagai pendatang baru, Zaki sempat mendapat julukan pembalap pemula rasa seeded, berkat gaya balapnya yang ”rada gila” tapi terukur. Dunia balap pun mulai melirik bakat Zaki ini dan kemudian melalui pertemuan yang tidak disengaja, anak pertama dari tiga saudara ini dipinang tim besar seperti tim Yamaha Yamalube Tri Jaya Racing, Bandung. ”Awalnya saya banyak ditawarin tim-tim lain, ujara Zaki lulusan terbaik Yamaha Racing Academy (YRA) ini. Tapi pada satu kesempatan saya bertemu dengan Pak Rudi (Manager Tri Jaya) dan kemudian ada kesepakatan bersama untuk bergabung di Tri Jaya hingga kini” jabar runner up MP3 Pemula Tune-Up ini.

”Sebelum berlabuh di Tri Jaya, status saya sebagai pembalap privateer menuntut saya harus lebih kreatif terutama soal pendanaan untuk bisa mengikuti beberapa perlombaan. Alhamdulillah banyak teman yang membantu, sampai ikut menyumbang segala untuk mendukung saya” pungkas Zaki. ”Dari ini saya banyak belajar untuk tetap semangat saat latihan maupun balapan, karena itu kewajiban kita untuk terus menjaga performa, baik di lapangan maupun di luar lapangan.

M. Zaki dan Sebagian Prestasi
  • 2012 Motorprix Region Jawa 2, Juara 1
  • 2011 Kejurnas Corsa Motorprix MP4 B 110 cc Tune Up Pemula Juara 3
  • 2011 Kejurnas Corsa Motorprix MP3 B 125 cc Tune Up Pemula Juara 2
  • Jupiter MX Nasional Juara Umum 1
  • Juara Umum 1 Motoprix MP6
  • Perwakilan Indonesia Asean Cup di Malaysia
  • 2010 Juara Nasional Motoprix MP3
  • 2010 Motoprix MP4 Posisi 3 Klasemen
  • 2010 Yamaha Cup Race MP3
  • 2010 Yamaha Cup Race MP4
  • 2009 Juara Nasional Motoprix MP6
Beberapa waktu lalu, Yamaha Indonesia mengadakan pelatihan untuk pebalap-pebalap mudanya yang didaulat sebagai Duta Safety Riding. Sebagai seorang duta, diharapkan para pebalap ini dapat memiliki bekal pengetahuan dan teknik-teknik safety riding yang lengkap. Pelatihan yang berlokasi di Sirkuit Sentul Kecil (1/3/13) tersebut bekerja sama JJDC (Jakarta Defensive Driving Consulting) yang memang concern terhadap kegiatan edukasi mengenai safety riding. Materi safety riding ini pada dasarnya adalah teknik berkendara yang aman untuk menghindari resiko atau ancaman bahaya yang mungkin terjadi di jalan. JJDC sendiri memakai istilah defensive driving, menurut Jufri Pulubuhu, pendiri JJDC, istilah ini lebih dikenal di luar negeri, karena pada dasarnya keselamatan dalam berkendara adalah soal pertahanan diri (defense).

Sementara faktor-faktor bahaya dianggap bersifat eksternal alias datang dari di luar. “Hanya saja di Indonesia kita lebih familiar dengan istilah safety riding,” paparnya. Adapun materi dalam pelatihan ini di antaranya adalah manajemen resiko, persepsi bahaya, persepsi adanya reaksi, dan blind spot (faktor-faktor pemicu kecelakaan). Salah satu pebalap yang menjadi Duta Safety Riding Yamaha adalah M. Zaki pemuda asal bondowoso ini. Pebalap muda ini menyatakan kalau banyak dari teknik-teknik yang ia dapatkan dalam training ini, belum ia ketahui sebelumnya. Pungkasnya terus belajar dan membenahi diri, “Beda sekali dengan waktu balapan,” imbuhnya, seraya menambahkan teknik pengereman sebagai salah satu yang baru ia pelajari di pelatihan ini. Zaki menggaris bawahi juga kalau ada teknik yang bisa ia aplikasikan dalam balapan, yakni teknik menghadapi crash. “Kalau di depan kita ada tabrakan, lalu pandangan kita ke tabrakan itu, kita pasti akan terbawa ke sana dan bisa-bisa ikut jatuh. Tapi kalau pandangan kita luas, kita bisa menghindari tabrakan tersebut,” paparnya bersemangat.

Selepas pelatihan ini, bergelar Duta Safety Riding para pebalap muda ini akan membagi pengetahuan mereka tentang safety riding ke masyarakat luas. Lewat aktifitas yang diadakan Yamaha maupun di keseharian mereka dalam masyarakat.


(*/disarikan dari berbagai sumber)

Social media
twitter: @M_Zaky32