Ijen Festival 2012 : Languages & Cultures Exchange


Pada 8-10 Juni 2012 lalu sebuah festival yang diberi nama IJEN FESTIVAL. Acara kece ini berawal dari ide komunitas orang Bondowoso di jejaring sosial Facebook yang kemudian mendapat dukungan dari MTs At-Taqwa, sebuah yayasan pendidikan Islam modern bertaraf internasional serta dukungan penuh oleh pemerintah kabupaten. Panitia memilih 54 peserta yang berasal lebih dari 10 negara, 33 orang orang lokal Indonesia dan sisanya adalah warga negara asing. Malaysia, Brunei, Filipina, Iran, Uzbekistan, Pakistan, Italy, Ceko, Polandia, Lithuania, Yunani dan tentu saja Indonesia semua berkumpul di Bondowoso.

Ijen Festival ini bukanlah sebuah festival budaya biasa. Mereka memiliki misi untuk memperkenalkan berbagai budaya dan bahasa dari seluruh dunia kepada masyarakat Bondowoso secara umum dan murid-murid MTs At-Taqwa secara khusus. Sesuai dengan tema yang mereka angkat, “Languages and Cultures Exchange”. Tak hanya itu, mereka juga ingin agar kota Bondowoso semakin dikenal dengan cara mengajak peserta melihat dan menikmati segala kekayaan yang dimiliki. Budaya, kesenian, kerajinan tangan, kuliner sampai dengan tempat pariwisata andalan seperti Kawah Ijen dan Bosamba rafting. Panitia menanggung segala akomodasi selama tinggal 3 hari 2 malam tinggal di Bondowoso. Makan, transport dan penginapan.

Apa sih alasan tertarik ikut Ijen Festival?! penasaran akan “blue flame” di Kawah Ijen yang hanya bisa dilihat sebelum matahari terbit, Kawah Wurung ataupun menginap di guest house Jampit. berkumpul bersama orang-orang yang berasal dari background berbeda, bisa mengenal berbagai sifat baru, budaya baru dan sharing pengalaman dan karena sistem festival ini yang menginapkan peserta ke rumah warga lokal. Dengan cara ini lebih berkesempatan merasakan bagaimana hidup di tengah-tengah warga lokal dan menikmati setiap interaksi dengan anggota keluarga baru.

Festival ini sangat-sangat sesuai saat-saat berinteraksi dengan orang baru yang ditemui di perjalanan dan juga orang lokal. Semua itu bagaikan pelajaran, belajar bagaimana berkomunikasi, belajar tentang budaya dan kearifan lokal, belajar toleransi dan sebagainya.


Sumber

Social media

twitter: @IjenFestival