Cara Polwan Bondowoso Mengisi Hari Ulang Tahunnya
![]() |
| Wakapolres Bondowoso Kompol Mudawaroh memberikan bantuan sembako kepada penghuni panti jompo di Blindungan. |
BONDOWOSO, InfoBondowoso.NET - Polwan tetaplah perempuan yang perasa. Di hari ulang tahunnya, polwan Polres Bondowoso menyapa para penghuni panti jompo. Sapaan dan bantuan dari para polwan itu mampu membuat para lanjut usia itu tersenyum.
Pagi itu para polwan yang bertugas di Mapolres Bondowoso memasukan beras, gula, mie instan, dan kecap, ke dalam sebuah kardus. Lalu, mereka merapikan kardus-kardus itu dengan kertas warna coklat. Kardus-kardus itu lantas diletakkan di salah satu ruangan di Mapolres Bondowoso. Mereka akan menyerahkan bantuan paket sembako ke penghuni panti jompo dibawah naungan Dinas Sosial Unit Pelaksana Teknis Pelayan Sosial Lanjut Usia di Blindungan, Bondowoso.
Wakapolres Kompol Mudawaroh menjelaskan, kegiatan itu untuk memperingati HUT Polwan ke-66. "Sebagai seorang ibu dan kaum wanita, para polwan ini sangat peduli untuk membantu para penghuni panti jompo," katanya.
Apalagi, Mudawaroh mendapatkan laporan dari para polwan bahwa penghuni panti jompo yang jumlahnya cukup banyak sudah putus hubungan dengan anak cucu mereka. "Mereka hidup dengan keprihatinan. Karena sudah tidak punya anak dan cucu yang diharapkan merawat mereka," katanya.
Bahkan, meski para penghuni panti jompo memiliki saudara atau anak cucu, mereka sudah tidak menghiraukan nasibnya.
"Sehingga, kami perlu sekali untuk menyapa mereka. Bahkan, kami melakukan komunikasi agar para penghuni panti menjadi terhibur," ujarnya.
Diharapkan, kunjungan dan bantuan yang diberikan itu bisa menjadi teman bagi para penghuni panti jompo di Blindungan. "Kami berkomunikasi dengan mereka. Ternyata, para kakek nenek di panti ini sangat senang dengan kedatangan para polwan," ungkapnya.
Di hari ulang tahunnya, para polwan ingin meningkatkan perannya untuk melakukan pembinaan kerukunan hidup dan meningkatkan peran sosial kemasyarakatan. "Termasuk dengan warga masyarakat yang membutuhkan, yakni penghuni panti jompo," katanya.
Para polwan sendiri terlihat sangat antusias dengan kedatangan para polwan dari Polres Bondowoso itu. Apalagi, para polwan sangat antusias berkomunikasi dengan penghuni panti jompo. Sebaliknya, kakek nenek penghuni panti menganggap para polwan itu seperti anak dan cucu mereka sendiri.
Selama ini para penghuni panti jompo putus hubungan dengan anak cucu mereka. "Kami sangat senang dikunjungi para polwan," kata salah seorang nenek penghuni panti jompo.
Sebagian penghuni panti jompo mengaku, mereka sudah tidak diterima lagi untuk hidup bersama anak cucu dan saudara mereka sendiri. Sebab itu, mereka lebih suka menghuni panti jompo di Blindungan. Selain itu, ada sebagian dari penghuni panti jompo yang menikah antar penghuni panti jompo.
Tentu saja, pemandangan itu membuat Mudawaroh dan para polwan terharu. "Semoga para kakek nenek yang menempati panti jompo tetap kerasan disini," ujar Wakapolres.
Mudawaroh menilai, para lanjut usia di panti jompo itu membutuhkan perhatian dari orang luar. "Mereka juga butuh komunikasi atau keterbukaan dengan orang luar. Tentu saja jika jalinan komunikasi ini lancar, mereka akan bahagia," katanya. Panti jompo itu tidak hanya dihuni warga Bondowoso, tetapi juga ada yang berasal dari Banyuwangi, Jember, dan beberapa daerah lainnya.
- Jawa Pos, 31/08/14 -
